Muhammad Irfan
JAYAPURA, Redaksipotret.co – Dr. Yohannis Manangsang atau lebih dikenal dengan nama Dr. Jhon Manangsang Umani Wally, M.Kes., AIFO-K., salah seorang tokoh adat Bhuyakha (Sentani) Kabupaten Jayapura pasca perhelatan Pemilu 2024 digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati (Bacabup) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Jayapura tahun 2024.
Banyak pihak menilai, pria yang akrab disapa JMW ini sangat layak maju bertarung ke Pilbup usai pencalonan dirinya di DPR Papua Dapil III Kabupaten Jayapura dalam pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) 2024 melalui Partai NasDem.
Dari sekian banyak yang mendukung itu salah satunya yang secara terang-terangan memberikan dukungan dan mendorongnya menjadi Bacabup adalah Tim Poros Reformasi Kabupaten Grime Nawa maupun para tokoh adat yang ada di Nimboran mendukungnya dengan cara membuat pernyataan sikap belum lama ini.
Lantas, apa tanggapan pria yang juga Penulis Buku Papua Emas 2041 dan Jayapura Emas 2030 itu melihat berbagai dukungan yang mengarah kepadanya.
Pria yang juga penulis buku Dunia Dalam Genggaman Papua itu mengaku sudah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Namun, ia tidak mau ujug-ujug maju atas keinginan sendiri, tetapi atas permintaan dari rakyat.
“Sebenarnya untuk dukungan bacabup ini sejak 2022 lalu, itukan beberapa Ondofolo yang ada di Danau Sentani itu sudah melakukan upaya untuk meminta kepada saya maupun keluarga guna maju sebagai calon bupati. Tapi saya sampaikan bahwa yang datang ini adalah para Ondofolo dari beberapa kampung di Danau Sentani seperti Sosiri, Atamali, Puay dan kampung lainnya itu, jadi saya merasa yang datang adalah Ondofolo itu, apalagi saya ada status lain dalam adat di Kampung Babrongko,” ucapnya, Sabtu, 13 April 2024 malam, di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Sehingga saya sampaikan, silahkan minta dulu kepada Ondofolo saya yang ada di Babrongko. Dan, ternyata mereka serius dengan cara datang meminta langsung dan peminangan itu tidak dilakukan secara cuma-cuma. Namun mereka membayar kepada Ondofolo saya untuk meminta saya keluar guna diijinkan agar bisa bekerja bagi masa depan daerah ini. Jadi, saya merasa itu sebagai satu utusan dari pihak adat bagi saya. Artinya, satu kepercayaan yang sangat besar. Tetapi, itu sekaligus sebagai satu beban amanah yang harus saya laksanakan,” sambungnya.
Dukungan tersebut, kata JMW, sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu dan satu hal yang sangat diluar dugaan ketika momentum peristiwa (dukungan) itu terjadi di Kampung Babrongko, bapak Barnabas Suebu selaku mantan Gubernur Papua dan juga seorang tokoh yang sangat dihormati semua pihak setelah mendengar informasi itu langsung beliau datang ke rumah, untuk menantikan kedatangannya dari kampung.
“Namun dari peristiwa ini ternyata tidak diam begitu saja, tetapi disambut oleh masyarakat adat yang ada di Grime, salah satunya di Sabeyab yang langsung mengundang kami kesana. Mereka sambut dengan tarian adat dan nyatakan sikap mendukung kami seperti apa yang dilakukan oleh para Ondofolo yang ada di Sentani,” katanya.
Dukungan terhadap dirinya sekarang ini yang lagi ramai-ramainya, JMW kembali mendapat undangan lagi dari masyarakat adat yang mengatasnamakan Tim Poros Reformasi Kabupaten Grime Nawa.
“Pertemuan itu kami lakukan di Kampung Yanim, Kemtuk Gresi. Rupanya, dari peristiwa itu ditangkap oleh teman-teman lain dari Grime Nawa dan kemarin kami lakukan pertemuan di Nimboran atas undangan mereka. Bagi saya itu merupakan peristiwa yang cukup besar, karena mereka datang dengan dewan adat suku maupun tokoh-tokoh adat, yang langsung menyatakan sikap untuk mendukung kami,” bebernya.
“Kemudian, dalam waktu dekat mereka berencana secara adat dengan besar-besaran akan memberikan marga Hembring, karena mereka tidak mau saya hanya sebagai orang Sentani dengan marga Wally. Namun mereka maunya berimbang, yakni saya bukan hanya milik orang Sentani saja. Tetapi, milik orang Grime,” tambah JMW yang akrab disapa pak dokter Jhon ini.
Kendati banyak dukungan mulai mengalir, JMW bakal mendeklarasikan diri maju ke Pilbup Jayapura dalam waktu dekat ini usai mendapat rekomendasi dari partai politik.
“Tentunya, setelah saya dapat rekomendasi partai politik. Jadi, mungkin deklarasinya pada pekan depan, kalau kita sudah dapat rekomendasi partai politik baru kita bisa lakukan deklarasi,” tegasnya.
Mengingat dirinya yang pernah maju sebagai Caleg DPR Papua Dapil III Kabupaten Jayapura dari Partai NasDem, JMW menyebut akan berkoordinasi dengan partai besutan Surya Paloh tersebut dalam rencana pencalonannya mendatang.
“Yang jelasnya nanti partai NasDem akan melihat dari elektabilitas atau hasil survei dan lain sebagainya. Partai NasDem kan pastinya punya platform sendiri. Tapi, saya secara pribadi membawa visi Jayapura Emas dalam pencalonannya nanti itu merupakan visi yang sangat berat, karena sarat makna yang dalam dan luas. Sehingga saya tidak bisa berharap hanya satu partai politik saja, tetapi harus dalam satu koalisi partai politik dengan koalisi yang besar baru visi ini kita wujudkan bersama,” imbuhnya.
“Jadi, saya ingin membuka diri untuk sebanyak mungkin partai politik yang kira-kira melihat visi ini bisa menjadi satu agenda bersama agar kita bisa jalan bersama,” tambahnya.
Editor : Syahriah Amir




























































