JAYAPURA, Redaksipotret.co – Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025 sebanyak 510,43 ribu orang. Angka ini mengalami kenaikan 419 orang dibanding Februari 2024.
Sementara, penduduk yang bekerja mengalami penurunan minus 1,10 persen atau sebanyak 5.260 orang dari jumlah 480,38 ribu orang pada Februari 2024.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 1,12 persen poin dibanding Februari 2024. Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 475,12 ribu orang, turun sebanyak 5,26 ribu orang dari Februari 2024.
Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajb, yaitu naik sebesar 10,31 ribu orang. Pada Februari 2025 sebanyak 181,92 ribu orang atau 38,29 persen bekerja pada kegiatan formal, naik sebesar 0,67 persen poin dibanding Februari 2024.
Jumlah penduduk usia kerja (PUK) pada Februari 2025 mengalami kenaikan 1,68 persen dari 713,34 ribu orang pada Februari 2024 menjadi 725,30 ribu orang. Angkatan kerja juga mengalami kenaikan, namun tidak signifikan, hanya 0,08 persen.
Penduduk Papua yang bekerja pada sektor formal sebanyak 181,92 ribu orang atau bertambah 38,29 persen dari 180,70 ribu orang pada Februari 2024. Yang bekerja pada sektor informal sebanyak 293,20 ribu orang atau turun dari 299,68 ribu orang pada periode yang sama tahun 2024.
BPS mencatat, pada Februari 2025, pengangguran sebanyak 29,63 ribu orang, bertambah 5.680 orang pada Februari 2025 atau 19,17 persen menjadi 35.320 orang.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Sakernas Februari 2025 sebesar 6,92 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 7 orang penganggur. Pada Februari 2025, TPT mengalami peningkatan sebesar 1,11 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Adriana Carolina menjelaskan pengangguran yang merupakan penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja atau sudah siap berusaha tetapi belum mulai bekerja atau berusaha, kemudian ada juga yang merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau putus asa.
Adriana bilang, pada Februari 2025, TPT laki-laki sebesar 7,32 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 6,28 persen. TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 1,79 persen poin, dan TPT perempuan naik 0,04 persen poin dibandingkan Februari 2024.
Adriana menambahkan bahwa TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
Menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 8,22 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan yaitu 4,32 persen. Dibandingkan Februari 2024, TPT perkotaan mengalami peningkatan sebesar 3,20 persen poin, sementara TPT perdesaan turun sebesar 2,80 persen poin.
Sementara, berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT mempunyai pola yang hampir sama pada Februari 2024.
“Pada Februari 2025, TPT tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 10,14 persen. Sementara itu, TPT yang paling rendah adalah pendidikan Diploma satu hingga tiga, kemudian pendidikan SD ke bawah sebesar 3,33 persen,” jelas Adriana mengutip laman bpspapua.go.id, Kamis (15/5/2025).
Diketahui, jumlah penduduk Provinsi Papua berdasarkan data terbaru yang tersedia adalah 1.101.733 jiwa. Data ini didapatkan dari proyeksi penduduk interim atau pertengahan tahun 2024 yaitu pada Juni setelah pemekaran wilayah provinsi menjadi Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Editor : Syahriah Amir




















































