JAYAPURA, Redaksipotret.co – Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan, Astra Motor Papua menggandeng berbagai instansi menggelar edukasi safety riding atau keselamatan berkendara. Mulai dari instansi pemerintahan, swasta, hingga dunia pendidikan dan komunitas.
Manager Marketing Astra Motor Papua, Elang Samodra mengatakan, perlu peran serta berbagai pihak, termasuk instansi pendidikan seperti persekolahan lantaran kesadaran menjaga keselamatan berkendara juga perlu ditanamkan sejak dini.
“Agar edukasi berjalan optimal, setiap bulan Astra Motor Papua menggandeng dua instansi,” kata Elang, Jumat (19/9/2025).
Tak hanya menjalankan roda bisnis, Astra Motor Papua, kata Elang, berupaya memberikan hal yang bermanfaat kepada masyarakat.
Astra Motor Papua juga menyiapkan instruktur safety riding yang berpengalaman memberikan edukasi terbaiknya.
Astra Motor Papua berharap melalui kolaborasi lintas sektor ini, kesadaran pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat, khususnya di kalangan generasi muda dan tenaga kerja aktif.
Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, Pemerintah Provinsi Papua merilis dokumen Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RAK LLAJ) untuk periode 2025-2029.
Dokumen ini disusun untuk menanggapi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun provinsi.
Berdasarkan laporan dari Kepolisian Daerah Papua, tren kecelakaan lalu lintas di Papua cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir, dengan total 8.148 kasus dari 2019 hingga 2023 yang menyebabkan kerugian materi sebesar Rp64 miliar.
Sementara, data Polresta Jayapura Kota, angka kecelakaan dan fatalitasnya mengalami peningkatan sebanyak 36 kasus, naik dari 24 kasus pada tahun 2024.
”Jumlah korban jiwa nihil, sementara jumlah luka berat dan luka ringan yang dialami pengendara meningkat di tahun ini dengan jumlah kerugian materiil sebanyak Rp86.500.000.,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen saat merilis hasil operasi cartenz 2025 pada Juli lalu. (Syahriah)




















































