JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat tingkat inflasi year-on-year (yoy) pada September 2025 sebesar 0,99 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 104,94.
“Angka ini menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam satu tahun terakhir, meskipun masih dalam kategori rendah dan terkendali,” kata Adriana Helena selaku Kepala BPS Provinsi Papua saat merilis IHK, Rabu (1/10/2025).
Pada September 2024, inflasi Papua tercatat 0,82 persen, sementara pada September 2023 lebih tinggi, yaitu 1,28 persen.
Adriana mengungkapkan, inflasi pada September 2025 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama perawatan pribadi dan jasa lainnya naik signifikan sebesar 7,29 persen, makanan, minuman, dan tembakau naik 2,60 persen.
“Kemudian pendidikan naik 2,27 persen, kesehatan naik 1,86 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,51 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,51 persen, penyediaan makanan dan minuman, restoran naik 0,33 persen turut memicu inflasi,” ucapnya.
Namun demikian, kata Adriana, beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks, yang ikut menahan laju inflasi, antara lain transportasi turun paling dalam sebesar 4,11 persen, pakaian dan alas kaki turun 1,09 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,59 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga turun tipis 0,03 persen.
Editor : Syahriah Amir



















































