MERAUKE, Redaksipotret.co – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal KM Mekar Alam B di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, resmi dinyatakan selesai setelah 26 korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi kejadian pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 14.47 WIT menggunakan RB 223 Merauke.
Dalam perjalanan menuju lokasi, tim terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Pada pukul 16.00 WIT, Petugas Komunikasi menerima informasi dari pengurus kapal, Ragil, bahwa seluruh 26 orang korban telah berhasil diselamatkan oleh kapal KM Sahabat pada pukul 15.55 WIT.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kembali melalui komunikasi radio SSB dengan nahkoda KM Sahabat, yang menyatakan seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat.
Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIT, seluruh korban dipindahkan ke kapal KM Bintang Mekar Mulia. Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIT kemudian melakukan proses evakuasi terhadap 24 orang korban ke RB 223.
Sementara itu, dua orang korban yaitu nahkoda dan KKM memilih tetap berada di kapal untuk menunggu kapal perusahaan yang sedang menuju lokasi kejadian.
Tim SAR Gabungan bersama 24 korban kemudian bertolak menuju Dermaga Perikanan Merauke pada pukul 20.10 WIT dan tiba pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 00.02 WIT.
Seluruh korban yang dievakuasi selanjutnya diserahkan kepada pihak pengurus kapal dalam kondisi selamat.
Setelah pelaksanaan debriefing pada pukul 00.28 WIT,.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi mengatakan, seluruh unsur SAR dikembalikan ke satuan masing-masing, dan operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.
“Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan kelembapan 65–98 persen, arah angin dari barat hingga utara, serta kecepatan angin berkisar antara 10–40 km/jam,” kata Rudi, Sabtu, 28 Maret 2026. (Rilis)




















































