JAKARTA, Redaksipotret.co – Ikatan Pilot Indonesia atau IPI menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden yang melibatkan pesawat PK-RCY di Papua.
Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Captain Muammar Reza Nugraha mengatakan, peristiwa ini merupakan kejadian kedua pada tahun 2026 yang secara langsung menghilangkan nyawa pilot serta membahayakan awak pesawat, penumpang, dan operasional penerbangan sipil di Papua.
Insiden serupa dalam tahun yang sama menunjukkan bahwa ancaman terhadap penerbangan sipil masih nyata dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai organisasi profesi yang mewakili pilot Indonesia, IPI menegaskan bahwa setiap bentuk penyerangan, intimidasi, kekerasan, perusakan, maupun pembakaran terhadap pesawat sipil dan personel penerbangan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
Tindakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, tetapi juga mengganggu layanan transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan di Papua.
IPI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, termasuk operator penerbangan, aparat keamanan, petugas lapangan, serta pihak lain yang memberikan dukungan dan informasi.
IPI akan terus berkoordinasi dengan regulator, operator penerbangan, aparatkeamanan, pemerintah, serta International Federation of Air Line Pilots’ Associations guna mendorong penguatan keamanan penerbangan sipil di Papua.
“Pilot dan awak pesawat sipil menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan tidak boleh menjadi sasaran ancaman maupun kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya, Minggu, 5 Juli 2026.
Keselamatan dan keamanan penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali.
Sebelumnya, pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis, 2 Juli 2026. (Rilis)




















































