MERAUKE, Redaksipotret.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke menyampaikan perkembangan hari kedua terkait Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terhadap Abdul Rozaq yang diduga terjatuh di perairan Sungai Maro, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, KODAERAL XI, Satrol, Polair Merauke, serta ABK KM Lyly 03 telah melakukan penyisiran intensif menggunakan berbagai alutsista termasuk Rigid Buoyant Boat (RBB) dan pemantauan udara via Drone Thermal. Namun, hingga petang ini, upaya pencarian tersebut masih memberikan hasil nihil.
Mengingat kondisi jarak pandang yang terbatas pada malam hari serta demi keselamatan tim, operasi pencarian dihentikan sementara dan korban dinyatakan masih dalam pencarian.
Rencana tindak lanjut operasi SAR akan kembali dibuka dan dilanjutkan esok hari, Rabu, 8 Juli 2026 dengan memperluas radius area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Maro.
Tim SAR terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir serta kapal nelayan setempat agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan personel rescue guna melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang akibat diduga terjatuh dari dermaga ke aliran Sungai Maro, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Senin, 6 Juli 2026.
Peristiwa tersebut menimpa seorang pria bernama Abdul Rozaq berusia 29 tahun. Berdasarkan laporan kronologis awal yang diterima dari rekan korban, Supendi, insiden terjadi pada pukul 01.30 WIT. (Rilis)

























































