JAKARTA, Redaksipotret.co – Aksi kebrutalan Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang telah melakukan pembantaian terhadap pendulang emas di Kali EI Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kaskogabwilhan III Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak telah sangat mengecam atas kebrutalan tindakan KST tersebut, Rabu (18/10/2023).
Deni sangat menyayangkan terjadinya aksi brutal KST Papua tersebut, yang telah membuat rasa takut di masyarakat Papua.
“Tindakan Kelompok Separatis ini tidak ubahnya seperti teroris yang membuat keamanan dan stabilitas wilayah terganggu, yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Deni dalam keterangan tertulis, Kamis (19/10/2023).
Dia menyampaikan bahwa korban pembantaian tersebut merupakan masyarakat sipil yang setiap hari hidupnya bergantung dari hasil mendulang, tidak ada dari aparat intelijen TNI yang menyamar menjadi pendulang.
“Mereka murni masyarakat sipil, tidak ada dari TNI maupun Polri, karena biasanya klaim dari TPNPB, seperti lagu lama selalu mengatakan korban adalah mata-mata atau intelijen TNI maupun Polri,” tegasnya.
Sementara itu, diperoleh informasi sebanyak 27 orang berhasil dievakuasi, 7 meninggal dunia dan 20 orang selamat. Dari korban selamat mengalami luka ringan, dengan rinciannya 18 orang dievakuasi tahap pertama dan selanjutnya berhasil dievakuasi 9 orang.
Saat ini aparat TNI-Polri terus berjibaku melakukan penyisiran untuk mencari masyarakat yang mungkin masih ada yang selamat dari pembantaian KST. Demi tegaknya hukum saat ini aparat TNI sedang melakukan pengejaran terhadap KST pimpinan Asbak Koraneu.
Sebelumnya, pada Senin (16/10/2023) 30 orang KST Papua menyerang area penambangan emas illegal yang ada di Kali Ei Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Tujuh warga pendulang emas tewas dibunuh, sementara, lainnya berupaya menyelamatkan diri. KST ini merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya. Senjata yang mereka gunakan berupa satu senapan SS1 V2, panah, dan parang. Selain membunuh, KST juga membakar tiga eskavator, dua truk dan Kamp pendulang.
Dikutip dari berbagai sumber, Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, yang melakukan aksi penyerangan terhadap pendulang emas tersebut adalah Pasukan Khusus dari dua Kodap, Kodap III Nduga dan Kodap XVI Yahukimo, namun menurut Sebby, TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir



















































