JAYAPURA, Redaksipotret.co – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Thomy Andryas menyebut, terbentuknya provinsi baru di wilayah Papua menjadi Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan memengaruhi dinamika perekonomian di Papua.
Menurutnya, keempat provinsi tersebut memiliki peran yang sentral karena memberikan kontribusi sekitar 15 persen pada perekonomian Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dan sekitar 1,5 persen pada perekonomian nasional.
Thomy menyampaikan, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian wilayah Papua tumbuh sebesar 3,50 persen – 4,50 persen tahun 2023 dan 5,25 persen – 6,25 persen tahun 2024.
Sementara itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat kuat, berimbang, berkelanjutan, dan inklusif, sinergi menjadi kata kunci utama dan diperlukan dua prasyarat.
Yaitu inflasi yang rendah dan stabil serta struktur perekonomian yang kuat. Thomy mengatakan, upaya untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil, khususnya inflasi bahan pangan, dilakukan dengan strategi 4K.
“Yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Strategi 4K tersebut, juga didukung dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” jelas Thomy dalam siaran pers, Rabu (6/12/2023).
Kedua, untuk memperkuat struktur perekonomian, setidaknya diperlukan upaya untuk mendorong keragaman tiga hal.
“Yaitu sumber pertumbuhan ekonomi; pelaku ekonomi, dan sistem ekonomi keuangan. Upaya tersebut perlu diimbangi dengan digitalisasi dan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta didukung sinergi antara berbagai pihak dengan optimisme yang tinggi,” ucap Thomy.
Thomy mengatakan, berbagai upaya untuk memperkuat struktur perekonomian telah dilakukan, baik melalui upaya dalam meningkatkan peran UMKM, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan memfasilitasi berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah.
“Berdasarkan asesmen, terdapat beberapa sektor potensial dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain perikanan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Penulis : Redaksi Potret | Editor : Syahriah Amir



















































