JAYAPURA, Redaksipotret.co – Dalam upaya memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di Papua, Bank Indonesia terus gencar memperkenalkan kepada semua kalangan melalui berbagai event.
Antara lain, menggelar big event seperti Festival Kopi Papua, Pekan QRIS Nasional (PQN), Festival Ekonomi Keuangan Digital, dan Syiar Halal Fair Pakai QRIS atau Shafar.
Selain itu, Bank Indonesia juga menggelar kompetisi Merauke QRIS dan Mappi QRIS. Perluasan penggunaan QRIS juga dilakukan di lingkungan pemerintahan yakni, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah berbasis QRIS serta perluasan QRIS Rumah Ibadah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Faturachman mengatakan, terjadi pertumbuhan signifikan dalam penggunaan QRIS hingga Juni 2025.
“Tercatat sebanyak 249.456 merchant telah menggunakan QRIS, dengan volume transaksi mencapai 21.672.591 (21 juta) kali dan jumlah pengguna aktif sebanyak 217.060 orang,” ungkap Faturachman dalam kegiatan Bincang – Bincang Media di Jayapura, Selasa (19/8/2025).
Dia bilang, QRIS memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui pencatatan transaksi UMKM, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
“QRIS menjadi solusi pembayaran non tunai yang dapat mengoptimalkan pendapatan serta mendukung pengelolaan UMKM yang lebih profesional dan modern,” jelasnya.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Semua PJSP yang akan menggunakan QR Code pembayaran wajib menerapkan QRIS. QRIS terdapat di seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara baik bank maupun nonbank yang digunakan masyarakat. QRIS diluncurkan pada Agustus 2019 secara serentak di seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia. (Syahriah)


























































