JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menyusul dugaan insiden yang menyebabkan sejumlah anak-anak sekolah dasar mengalami gangguan kesehatan usai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 4 Agustus 2026.
Koordinator Regional BGN Papua, Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian, mengatakan bahwa BGN bersama Yayasan Kasih Iman Samuel Papua, pengelola SPPG, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jayapura, serta Kepala KPPG saat ini memusatkan perhatian pada penanganan para korban.
“Kami bersama yayasan dan mitra sedang diminta pusat untuk mengobati korban terdampak. Sementara dari sisi administrasi, kami menyusun berita acara pemeriksaan (BAP) dan laporan kepada pimpinan di pusat atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional dapur SPPG di Depapre hingga proses investigasi dan evaluasi selesai dilakukan.
“Pasca kejadian, kami langsung menutup sementara dapur SPPG tersebut,” katanya dilansir dari laman Pasificpos.com.
Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan meninjau langsung penanganan korban di Puskesmas Depapre dan Rumah Sakit Youwari pada Selasa malam.
Dia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan bergerak bersama dengan fokus utama memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak.
Hingga pukul 23.30 WIT, jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan masih terus bertambah. Meski demikian, Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.
“Sampai saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa ini merupakan kasus keracunan karena masih membutuhkan kajian dan analisis untuk mengetahui sebab dan akibatnya. Fokus kami saat ini adalah penyelamatan korban,” tegas Dionisius.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani korban. Rumah Sakit Youwari menjadi rumah sakit rujukan utama dengan dukungan sejumlah puskesmas di sekitar Sentani.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Dandim, dan seluruh pihak terkait. Semua bekerja sama untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Menurut Kapolres, sebagian besar pasien mengeluhkan mual, pusing, dan gangguan kesehatan lainnya. Dia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan korban.
“Situasi keamanan tetap aman dan terkendali. Saat ini kami tidak memikirkan hal lain selain menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan penanganan dilakukan melalui sistem triase dengan mengaktifkan delapan puskesmas di sekitar Kota Sentani.
Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dioptimalkan, sementara koordinasi juga dilakukan dengan RSUD Youwari, RS Dian Harapan, dan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan analisis lebih lanjut.
Sementara itu, Yayasan Kasih Iman Samuel Papua menyatakan siap bertanggung jawab terhadap seluruh biaya penanganan korban yang diduga terdampak dalam pelaksanaan Program MBG di Distrik Depapre.
“Kami dari yayasan akan bertanggung jawab atas pembiayaan terhadap korban yang diduga mengalami keracunan,” ujar kuasa hukum Yayasan Kasih Iman Samuel Papua, Yansen Marudut.


















































