JAYAPURA, Redaksipotret.co – Puluhan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis hingga Rabu, 5 Agustus 2026 dini hari.
Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, lemas, sakit perut, hingga diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Sebagian besar gejala baru dirasakan ketika para siswa telah tiba di rumah usai mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Pantauan Redaksipotret.co, di sejumlah fasilitas kesehatan menunjukkan puluhan siswa menjalani perawatan.
Tingginya jumlah pasien membuat kapasitas ruang perawatan di RSUD Yowari tidak mencukupi, sehingga tenda darurat milik TNI didirikan di halaman rumah sakit untuk membantu penanganan para korban.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, mengatakan seluruh pasien ditangani menggunakan sistem triase agar penanganan medis dapat dilakukan sesuai tingkat keparahan kondisi masing-masing pasien.
“Seluruh Unit Gawat Darurat kami aktifkan untuk membantu penanganan. Delapan puskesmas di wilayah Sentani juga disiagakan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dian Harapan dan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan untuk membantu penanganan pasien,” ujar Anton.
Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda turun langsung meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Yowari, Puskesmas Waibu, Puskesmas Kemiri, Puskesmas Komba, dan Puskesmas Dosay. Bupati kemudian berdialog langsung dengan para siswa serta keluarga yang sedang menjalani perawatan.
Yunus mengatakan, begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan massal, dirinya segera menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Jayapura untuk bersiaga menerima pasien.
“Dari informasi dan pantauan langsung yang saya lihat, anak-anak ini makan MBG di sekolah. Setelah pulang ke rumah, mereka mulai merasakan sakit perut, muntah, dan buang air besar sehingga langsung dibawa ke Puskesmas Depapre,” kata Yunus Wonda.
Terkait jumlah pasti siswa yang terdampak, Yunus menegaskan pemerintah daerah masih melakukan pendataan karena para pasien dirawat di berbagai fasilitas kesehatan.
“Jumlah korban secara keseluruhan belum bisa dipastikan karena mereka ditangani di beberapa puskesmas dan rumah sakit, dengan jumlah terbanyak berada di RSUD Yowari. Tim masih melakukan pendataan dan hasilnya akan kami sampaikan setelah proses pendataan selesai,” ujarnya.
Hingga Rabu pagi, Bupati Jayapura bersama tim kesehatan masih terus memantau kondisi para siswa di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Jayapura.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah siswa yang terdampak serta memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ada pernyataan resmi yang menyimpulkan bahwa kasus ini merupakan keracunan makanan. (Cornelia Mudumi)




















































