JAYAPURA, Redaksipotret.co – Inflasi di Provinsi Papua Pegunungan pada April 2026 terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama.
Inflasi bulanan di daerah tersebut 0,77 persen, inflasi tahun berjalan 3,81 persen dan inflasi periode tahunan 4,89 persen.
Berdasarkan komoditas penyumbang tertinggi, inflasi didorong oleh meningkatnya harga angkutan udara, tomat, dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,30 persen (mtm), 0,27 persen (mtm), dan 0,15 persen (mtm).
Namun, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas, yakni ketela rambat, telur ayam ras, dan emas perhiasan yang memberikan andil deflasi masing-masing sebesar 0,33 persen (mtm), 0,14 persen (mtm), dan 0,04 persen (mtm).
Dalam upaya mengendalikan inflasi selama April 2026, sinergi dan kolaborasi bersama mitra kerja strategis terus diperkuat di seluruh wilayah Papua dan daerah otonomi baru (DOB).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui empat strategi utama pengendalian inflasi.
Pada aspek Keterjangkauan Harga (K1), pemerintah bersama Bulog dan mitra kerja terkait secara berkala melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Provinsi Papua dan tiga DOB guna menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.
Kemudian, pada aspek Ketersediaan Pasokan (K2), dilakukan pemberian dukungan sarana dan prasarana peningkatan produksi serta distribusi kepada kelompok tani di Papua Tengah, khususnya untuk komoditas aneka cabai dan hortikultura.
Untuk mendukung Kelancaran Distribusi (K3), pemerintah juga memberikan bantuan sarana dan prasarana distribusi kepada kelompok tani di Papua Tengah, sekaligus memfasilitasi koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait guna mengatasi berbagai hambatan distribusi barang.
“Sementara, pada aspek Komunikasi Efektif (K4), berbagai edukasi mengenai pengendalian inflasi terus dilakukan melalui media sosial maupun kegiatan literasi terkait stabilisasi harga kepada mahasiswa di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua,” kata Warsono, Kamis, 14 Mei 2026. (Rilis)






















































