JAYAPURA, Redaksipotret.co – Manajemen PT Astra Motor Papua tetap optimis terhadap pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan.
Kepala Wilayah PT Astra Motor Papua, Gangga Nanda Adi Surya, mengatakan, hingga saat ini pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan sepeda motor Honda di wilayah Papua kendati kondisi tersebut tetap menjadi perhatian perusahaan.
“Kondisi rupiah melemah ini memang menjadi perhatian kami, tetapi sampai saat ini belum ada trigger tertentu yang berdampak langsung terhadap penjualan,” ujar Gangga, Senin, 18 Mei 2026.
Gangga pun mengungkapkan, Astra Motor Papua akan terus berupaya menjaga kontribusi terhadap pertumbuhan pasar otomotif di Papua.
Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ekonomi saat ini.
“Kami masih menunggu dan melihat dengan kondisi sekarang, tetapi dari perusahaan tetap berkomitmen untuk terus berkontribusi,” ucapnya.
Dia berharap penjualan sepeda motor Honda di Papua tetap mengalami pertumbuhan hingga akhir tahun 2026 sesuai target yakni kurang lebih 40 ribu unit.
Diketahui, tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS secara signifikan pada 2026 terjadi sejak awal bulan April.
Nilai tukar mulai menembus level Rp17.000 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Indonesia ini terus berlanjut hingga di kisaran Rp17.613, kemudian di level Rp17.706 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026.
Pelemahan ini dipicu oleh dinamika global, tingginya inflasi, dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat. (Syahriah)
























































