MERAUKE, Redaksipotret.co – General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Papua, Antonius Joko Sritomo, menyampaikan bahwa gangguan jaringan telekomunikasi yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua disebabkan oleh putusnya kabel laut.
Menurut Antonius, gangguan terjadi di berbagai daerah seperti Timika, Kaimana, Merauke, Asmat, Boven Digoel, Mappi, dan Nabire. Secara administratif, wilayah terdampak meliputi tiga provinsi, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.
“Sistem kabel laut ini sebenarnya disuplai dari dua sumber, yaitu Sorong dan Merauke. Seharusnya dengan dua sumber ini sistem lebih aman, tapi ternyata keduanya mengalami gangguan,” jelas Antonius melansir laman Pasificpos.com, Kamis (21/8/2025).
Dia mengungkapkan, gangguan pertama terjadi pada 23 Juli 2025 di ruas Sorong – Fak Fak, yang menyebabkan aliran daya dari Sorong terputus. Telkom merencanakan perbaikan pada 19 Agustus 2025, namun sebelum itu terlaksana, kabel laut cadangan antara Timika dan Dobo juga terputus pada 12 Agustus 2025.
“Padahal kabel itu adalah jalur back up. Akibatnya, rencana perbaikan pun ikut tertunda,” ujarnya.
Masalah semakin kompleks ketika pada 14 Agustus 2025 terjadi gangguan tambahan di Namlea. Meskipun kapal perbaikan telah disiapkan untuk wilayah tersebut, Telkom akhirnya memutuskan memfokuskan perbaikan ke Merauke karena urgensinya lebih tinggi.
Kapal perbaikan telah diberangkatkan dari Makassar pada 20 Agustus 2025 sekitar pukul 03.00 WITA dan akan menuju Dobo lalu ke Merauke. “Estimasi penyelesaian perbaikan paling lambat 6 September 2025. Kami berharap cuaca mendukung agar proses ini berjalan lancar,” kata Antonius.
Sementara itu, Telkom Group telah menyiapkan solusi sementara berupa jaringan satelit dan rencana penambahan fasilitas wifi gratis di sejumlah lokasi publik. Titik-titik tersebut antara lain Masjid Raya, Kodim, Polres, dan Kantor Bupati.
Sebelumnya, EVP Telkom Regional V, Amin Soebgayo menyampaikan, terjadi penurunan kualitas layanan atau gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System #2 (SMPCS#2) ruas Sorong, Papua Barat Daya hingga ke Merauke, Papua Selatan.
Gangguan berupa double shunt fault teridentifikasi pada dua titik, yakni di sekitar Sorong dan Merauke, dengan kedalaman bervariasi antara 50 hingga 500 meter dan sumber penyebab gangguan masih dalam tahap investigasi.
Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas layanan di sejumlah wilayah Papua bagian selatan, termasuk Merauke, Timika, dan Kaimana.
Amin menyampaikan, permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan TelkomGroup akibat gangguan SKKL ini.
Editor : Redaksi Potret


























































