JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Papua, Kombes Pol Andreas Tampubolon, memimpin kegiatan Upacara Penutupan Dasar Bhayangkara, Pemberian Nama Resimen dan Pengukuhan Perangkat Resimen Pendidikan Pembentukan Bintara Polri (Kemampuan SPKT) T.A 2026, di Lapangan Hitam SPN Polda Papua, di Kota Jayapura, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pengasuh, Gadik/Instruktur serta 235 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri (Kemampuan SPKT) T.A. 2026.
Kegiatan ini bukan hanya kegiatan upacara biasa melainkan momentum penting yang menandai telah dilaluinya fase awal pembentukan karakter, mental, disiplin, solidaritas serta ketahanan fisik dan psikologis para siswa sebagai calon anggota Polri.
Pada rangkaian upacara ini juga dilaksanakan kegiatan Pemberian Nama Resimen dan Pengukuhan Perangkat Resimen serta penyerahan Bendera resimen Kepada Danmen Siswa.
Untuk angkatan kali ini Kombes Pol Andreas memberikan nama Resimen ” Piari Reni Warin” yang berarti ”Cahaya Pemimpin Yang Berwibawa Dan Tegar”. Makna “Cahaya Pemimpin yang Berwibawa dan Tegar” merupakan gambaran harapan dan identitas bagi calon anggota Polri untuk menjadi insan Bhayangkara yang mampu memberikan terang, harapan, rasa aman dan manfaat bagi masyarakat khususnya di Tanah Papua.
Dalam amanatnya, Kepala SPN Polda Papua menyampaikan bahwa selama rangkaian Penutupan Dasar Bhayangkara, para siswa telah mengikuti berbagai kegiatan, antara lain kegiatan outbound, long march dan bakti sosial, yang dirancang untuk membentuk kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, ketahanan, kedisiplinan serta kepedulian sosial.
Dia mengingatkan bahwa perangkat resimen yang dilantik atau dikukuhkan bukan merupakan kedudukan untuk memperoleh keistimewaan, melainkan sebuah amanah untuk memikul tanggung jawab, memberikan keteladanan, membangun komunikasi, menjaga ketertiban serta menciptakan iklim pendidikan yang kondusif.
“Kepemimpinan bukan tentang seberapa tinggi posisi rekan-rekan sekarang, melainkan seberapa besar tanggung jawab yang mampu dipikul dan seberapa baik memberikan keteladanan kepada rekan siswa lainnya,” ucapnya.
Kepala SPN berharap,, agar perangkat resimen jangan ada yang membuat pelanggaran dan mencederai tanggung jawab dan kepercayaan yang saya dan para Pengasuh berikan.
“Rekan-rekan harus mampu membantu dan mendukung para pengasuh serta tenaga pendidik selama kegiatan Pendidikan dan Pembentukan yang sedang berlangsung di Lembaga Pendidikan ini” ucapnya.
Dia menyampaikan, setelah menyelesaikan tahapan Dasar Bhayangkara, perjalanan pendidikan para siswa masih berlanjut pada tahapan berikutnya, yaitu Pengetahuan Dasar Kepolisian dan Landasan Hukum serta Latihan Teknis dan Latihan Kerja di Kewilayahan.
Kepala SPN uga berharap seluruh siswa terus belajar, berlatih, meningkatkan kompetensi dan membangun karakter, karena seorang anggota Polri tidak hanya dituntut memiliki ketahanan fisik dan mental, tetapi juga pengetahuan, pemahaman hukum, kemampuan berpikir kritis serta integritas dalam menjalankan tugas.
Kepala SPN mengucapkan selamat kepada seluruh siswa atas berakhirnya tahapan dasar Bhayangkara dan berharap momentum pemberian nama resimen serta pengukuhan perangkat resimen ini menjadi titik awal untuk membangun identitas, solidaritas, kepemimpinan dan semangat pengabdian yang lebih kuat.


























































