JAYAPURA, Redaksipotret.co – 19 lembar uang palsu atau upal pecahan 100 ribu ditemukan di wilayah Merauke, Papua Selatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman menyebut, belasan lembar upal tersebut ditemukan Polres Merauke.
Meskipun peredaran upal masih terjadi, namun dia memastikan angka temuan upal jauh lebih rendah dibandingkan nasional.
Faturachman menyebut, semakin rendahnya upal yang beredar di masyarakat sejalan dengan aktifnya Bank Indonesia melakukan edukasi dan sosialisasi tentang ciri – ciri keaslian uang Rupiah.
“BI konsen terhadap pencegahan peredaran upal atau uang yang diragukan keasliannya dengan melakukan berbagai upaya,” ucap Faturachman di Jayapura, Kamis (22/2/2024).
Bank Indonesia, kata Faturachman, gencar melakukan edukasi dan sosialisasi tentang cinta bangga paham rupiah atau CBP. Sehingga masyarakat semakin paham membedakan uang asli dan palsu.
Sementara itu, Kepala Unit Peredaran Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Agus Wahyuni mengatakan, Polres Merauke telah menemukan tindak pidana pemalsuan uang rupiah yang dilakukan oleh seorang mahasiswa.
“Pecahan 100 ribu sebanyak 19 lembar dipalsukan dengan cara fotocopy uang asli, kemudian dibelanjakan di beberapa kios atau toko,” jelas Agus.
Agus menyebut, belasan upal tersebut masih berasal dari temuan Polres Merauke. Sementara, temuan dari masyarakat dan perbankan belum ada hingga Februari tahun ini.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib.
Pada 2023 lalu, Bank Indonesia Papua merilis temuan uang palsu sebanyak 105 lembar terdiri dari 41 lembar pecahan 100 ribu dan 62 lembar pecahan 50 ribu, sisanya pecahan kecil.
Lembaran uang palsu tersebut, ditemukan dari perbankan yang melakukan konfirmasi, laporan masyarakat serta pihak Bank Indonesia sendiri dan aparat keamanan.
Editorn : Syahriah Amir



















































