JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Papua pada Februari 2026 menunjukkan sejumlah dinamika, baik dari sisi jumlah angkatan kerja maupun tingkat partisipasi masyarakat dalam pasar tenaga kerja.
Plt Kepala BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini mengatakan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 485,43 ribu orang.
“Mengalami penurunan sekitar 25 ribu orang dibandingkan Februari 2025,” kata Emi, Selasa, 5 Mei 2026.
Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga menurun menjadi 65,70 persen, atau turun sebesar 4,68 persen poin secara tahunan.
“Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi,” ungkapnya.
Terkait penyerapan tenaga kerja, Emi mengatakan, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 451,36 ribu orang, turun 23,76 ribu orang dibandingkan Februari 2025.
Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi sektor dominan dengan menyerap 31,28 persen tenaga kerja atau sekitar 141,17 ribu orang.
“Hal ini menunjukkan bahwa sektor primer tetap menjadi tulang punggung ketenagakerjaan di wilayah tersebut,” jelas Emi.
Kendati demikian, terdapat perkembangan positif pada sektor formal. Jumlah penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencapai 196,70 ribu orang atau sebesar 43,58 persen.
“Meningkat 5,29 persen poin dibandingkan Februari 2025. Kenaikan ini mencerminkan adanya pergeseran menuju pekerjaan yang lebih terstruktur dan memiliki kepastian kerja yang lebih baik,” kata Emi.
Untuk kualitas pekerjaan, Emi mengatakan, tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 9,37 persen, turun 1,21 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, tingkat pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan menjadi 23,93 persen atau turun 1,65 persen poin.
“Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam pemanfaatan tenaga kerja, meskipun belum sepenuhnya optimal,” pungkasnya.
Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 7,02 persen, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,10 persen poin dibandingkan Februari 2025.
“Kenaikan ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap tambahan angkatan kerja secara optimal,” ungkap Emi. (Rilis)























































