JAYAPURA, Redaksipotret.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025.
Di Provinsi Papua, jalan yang diresmikan mencapai sepanjang 35,6 kilometer yang tersebar di lima kabupaten.
Peresmian dipusatkan di Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026 dan diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Papua.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Matius Fakhiri, Ketua DPR Papua Denni Bonai, Penjabat Sekretaris Daerah Papua, unsur Forkopimda, serta pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Papua Pegunungan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat konektivitas nasional dan mempercepat pemerataan pembangunan.
”Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, dengan ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia,” ujar Presiden.
Program tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara hingga Papua. Nilai aset pembangunan infrastruktur yang diresmikan mencapai Rp5,41 triliun.
Gubernur Papua, Matius Fakhiri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Prabowo atas perhatian pemerintah pusat dalam membuka akses jalan di Papua.
Menurutnya, pembangunan jalan sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih terisolasi.
”Jalan yang dibangun ini sangat dibutuhkan masyarakat karena membuka akses antarwilayah dan memudahkan masyarakat membawa hasil kebunnya ke pusat-pusat ekonomi,” kata Fakhiri dilansir dari laman Pasificpos.com.
Dia berharap pembangunan jalan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Provinsi Papua telah mengusulkan sejumlah ruas jalan baru agar dapat dibangun pada tahun 2026, termasuk pembangunan jembatan untuk mengatasi kendala transportasi yang selama ini dialami masyarakat, terutama saat musim hujan.
Fakhiri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta Balai Pelaksanaan Jalan agar pembangunan infrastruktur di Papua dapat berjalan lebih optimal.
Dia bilang, masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan akses jalan baru, seperti daerah Apawer di Kabupaten Sarmi yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan transportasi.
Selain itu, dia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan ruas jalan Jayapura-Wamena yang menjadi jalur vital bagi masyarakat di wilayah pegunungan.
”Dengan konektivitas yang baik, masyarakat Papua akan lebih mudah mengakses layanan, memasarkan hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Kami berharap pembangunan infrastruktur ini terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Peresmian Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional melalui pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
Dengan akses jalan yang semakin baik, wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas di Papua diharapkan dapat tumbuh lebih cepat, membuka peluang ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Redaksi)






















































