JAYAPURA, Redaksipotret.co – Jurnalis ekonomi dituntut mampu membaca berbagai fenomena sosial melalui perspektfi ekonomi.
“Berita ekonomi juga harus memiliki dampak nyata bagi pembaca,” kata Andreas Maryoto selaku Direktur Kompas Institute yang juga Jurnalis senior dalam kegiatan capacity building yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Papua di Hotel Suni Sentani, Jumat, 3 Juli 2026.
Selain mengungkap persoalan, Andreas bilang, pemberitaan seharusnya mampu menghadirkan inspirasi dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berusaha serta meningkatkan kesejahteraan.
Dia mengatakan, pentingnya memperkuat ekonomi media di tengah berbagai tantangan industri pers.
“Selain menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan media maupun organisasi pers dapat mengembangkan sumber pendapatan baru melalui program fellowship, riset, maupun bentuk kolaborasi lainnya,” ucapnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Warsono mengatakan, capacity building menjadi sarana perkuat sinergi antara Bank Indonesia dan insan pers di Papua.
Pihaknya meyakini kolaborasi yang kuat antara Bank Indonesia dan pers yang selama ini sudah terjalin, bisa menghasilkan ekosistem informasi yang semakin berkualitas dan informasi yang benar-benar bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
Pers turut berkontribusi untuk mengangkat ekonomi daerah, mulai dari investasi, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif hingga informasi pembangunan.
Dengan kapasitas jurnalistik yang terus berkembang, didukung pemahaman yang baik, diharapkan menghasilkan tidak hanya sifatnya informatif, tapi juga memberikan nilai edukasi, memperkuat literasi ekonomi pada masyarakat.
“Serta mampu mendukung terciptanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tanah Papua,” pungkasnya.
Capacity building diikuti puluhan wartawan perwakilan media siber, cetak dan elektronik yang ada di Jayapura.
Alfonsa Wayab, salah satu peserta capacity building mengatakan, pelatihan ini menjadi pengalaman bagi dirinya yang sangat menarik sekaligus membuka wawasan baru.
“Selama ini, sebagai wartawan lebih banyak fokus menulis berita sesuai bidang liputan yang saya jalani. Saya menyadari bahwa liputan ekonomi memiliki peran yang sangat penting dan dapat dikembangkan dari berbagai isu di sekitar masyarakat,” kata wartawan Fokuspapua.com ini.
Dia juga mengapresiasi Bank Indonesia yang telah menghadirkan jurnalis senior dari Kompas sebagai pemateri karena mengemas materi dengan baik, sehingga lebih mudah dipahami.
“Pelatihan ini memberi pemahaman bahwa isu-isu di lingkungan sekitar pun dapat dikemas menjadi berita ekonomi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Alfonsa yang mengaku pertamakali mengikuti pelatihan tersebut.
Alfonsa berharap, Bank Indonesia dapat menyediakan waktu pelatihan yang lebih panjang sehingga tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik penulisan. (Syahriah)
























































