JAYAPURA, Redaksipotret.co – Gebyar Rumah Qur’an Papua memasuki tahun ke-8 digelar di salah satu lokas pemancingan di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua pada Minggu (24/9/2023).
Kegiatan tahunan ini terdapat Bazar UMKM yang diikuti beberapa pelaku usaha dan lembaga, salah satunya Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Papua.
Forhati Papua turut menjajakkan beberapa produk lokal asli buatan dan diprokduksi oleh anggota anggota Forhati Papua.
Adapun produk buatan sendiri mulai dari makanan dan minuman, seperti beberapa jenis kue, makanan, camilan hingga susu kurma.
Produk susu kurma sendiri dibuat dan diproduksi oleh Ketua Umum Forhati Papua Rona Ramelia Irianti.
Adapula beberapa jenis kue buatan anggota Forhati, seperti kue pia buatan salah satu anggota Forhati Papua, Ernawati. Kemudian ada kue pelangi, kue lontar dan beberapa produk lokal lainnya.
Keterlibatan Forhati Papua dalam Bazar UMKM ini juga menjadi salah satu bukti keseriusan dalam mendorong UMKM lokal terus eksis di tengah gempuran ritel-ritel besar di Kota Jayapura.

Gebyar Rumah Qur’an Papua
Direktur Rumah Quran Papua, Suherman mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, di mana menjadi ajang silaturahim seluruh Rumah Qur’an Papua yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya.
“Tujuannya, pertama adalah acara silaturahim untuk seluruh Rumah Qur’an Papua yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya,” katanya.
Selain itu, Gebyar Rumah Qur’an Papua juga digelar sebagai sarana untuk menguji sampai di mana kemampuan pembelajaran selama ini ketika mengikuti kegiatan Rumah Qur’an.
Suherman mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga sebagai syiar bahwa pembelajaran Qur’an itu tidak mengenal batas umur, jadi siapa saja berapapun umurnya rumah quran fasilitasi
“Bahkan ada yang paling tua itu umur sekitar 70-an tahun belajar. Rumah Qur’an ingin menggambarkan bahwa belajar itu tanpa mengenal usia,” tambahnya.
Penulis : Muhammad Rafiq Editor : Syahriah Amir




















































