JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif Januari hingga Agustus 2024, neraca perdagangan Papua mengalami surplus.
“Pada Januari hingga Agustus 2024 nilai ekspor tercatat 51.721,84 Dolar Amerika, sementara nilai impor tercatat 7.648,31 Dolar Amerika. Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2024, neraca perdagangan Papua meningkat 8,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang surplus senilai 40.665,08 Dolar Amerika,” kata Adriana Helena Carolina selaku Kepala BPS Provinsi Papua.
Adriana mengatakan, surplus terjadi karena nilai ekspor secara langsung dan tidak langsung lebih besar dibandingkan impor. Enam negara utama menjadi tujuan ekspor Papua, yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru dan Papua Nugini (PNG).
“Khusus ke PNG, ekspor dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Skouw terdiri dari banyak jenis komoditi, biasanya berupa barang kebutuhan warga perbatasan,” jelas Adriana usai merilis perkembangan ekspor impor Papua di aula Diskominfo Papua di Kota Jayapura, Selasa (17/9/2024).
Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2024, nilai ekspor Papua ke PNG melalui PLBN Skouw tercatat 964,83 ribu Dolar Amerika atau turun 57,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Penurunan terjadi lantaran pada Agustus 2024, Papua tidak melakukan ekspor.
Kendati mengalami penurunan nilai, namun potensi untuk melakukan ekspor melalui pos lintas batas tersebut cukup besar. Bea Cukai Jayapura bahkan mendorong Pemerintah Provinsi Papua meningkatkan ekspor.
“Karena berpotensi meningkatkan devisa dari aktivitas ekspor melalui pos perbatasan tersebut cukup tinggi. Tercatat pada semester satu 2024, nilai ekspor melalui PLBN Skouw sebesar Rp15 miliar,” kata Samuel Jacobus Mayckel Siahainenia selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Bea Cukai Jayapura.
Editor : Syahriah Amir




















































