JAYAPURA, Redaksipotret.co – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua kembali menegaskan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Papua 2025.
Gerakan ini sudah dimulai sejak Januari hingga Oktober 2025 dengan menggelar serangkaian aksi nyata.
Puncak GNPIP 2025 berlangsung di Kantor Gubernur Papua, dibuka Kepala Perwakilan BI Papua, dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, bersama Forkopimda, pimpinan perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman menyampaikan inflasi di wilayah kerjanya tetap rendah dan stabil.
Menurutnya, hal ini merupakan hasil nyata sinergi berbagai pihak dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) sejak gerakan ini digagas pada 2022 lalu.
“Inflasi Kota Jayapura pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,53 persen (year-on-year), jauh di bawah sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Pencapaian ini patut kita syukuri karena pada September 2022 inflasi Papua sempat mencapai 8,62 persen,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Faturachman mengatakan gerakan pangan murah atau GPM sudah dilakukan sejak Januari, hingga Oktober sebanyak 402 kali. 273 di antaranya digelar di wilayah Papua. GPM dilakukan bersama TPID Provinsi dan Daerah Otonomi Baru.
Kemudian, aktif menggelar 14 pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), termasuk budidaya bawang putih di Wamena, serta 6 kali High Level Meeting dan Capacity Building TPID di berbagai wilayah.
Dia berharap sinergi ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan memperluas jangkauan pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026.
“Kami memastikan stok pangan strategis seperti beras, bawang merah, tomat, dan daging ayam ras aman menjelang Nataru,” ucapnya.
“Hasil pemetaan kami, kelompok tani binaan di Jayapura dan Keerom siap panen cabai merah 4 ton, bawang merah 55 ton, dan padi 18 ton,” jelas Faturachman.
Beberapa agenda dalam GNPIP di antaranya, penandatangan Kerjasama Antar Daerah (KAD) secara business-to-business antara Papua dan Papua Pegunungan, penandatanganan business matching pembiayaan sektor produktif, pencanangan gerakan menanam pohon, implementasi net zero emission,
Agenda lainnya, penyerahan simbolis bantuan sarana prasarana peningkatan produktivitas pertanian atau perikanan kepada 4 kelompok, yaitu, Poktan Sido Makmur, Poktan Tani Maju Jaya, Poktan Wulu, Kelompok Nelayan Teluk Kamsai Demta dan 1 Ponpes Latifah Mubarokah.
Kemudian, dilaksanakan pelepasan angkutan KAD membawa komoditas beras dari Jayapura ke Wamena, sebanyak 30 Booth GPM, Bazaar UMKM Pangan dan komoditas unggulan seperti kopi, talkshow Bincang Ketahanan Pangan dengan tema Petani Garda Membangun Negeri, menghadirkan 4 petani championship lokal serta hiburan rakyat.
Setelah puncak acara, akan dilaksanakan pasar murah Gerakan Pengendalian Inflasi hingga akhir tahun,capacity building TPID Papua dan DOB ke Jawa Tengah, High Level Meeting atau HLM TPID TP2DD Provinsi Papua dalam rangka penyusunan langkah strategis pengendalian inflasi menjelang Nataru 2025.
“Sejumlah komoditas pangan menjadi fokus dalam upaya pengendalian inflasi, antara lain, beras, bawang, cabai dan komoditas strategis penyumbang inflasi lain di daerah, termasuk ikan,” ucap Faturachman selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua yang juga Wakil Ketua TPID Provinsi Papua dalam kegiatan Bincang – Bincang Media, Kamis (6/11/2025) malam.
Faturachman bilang, GNPIP merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan masyarakat dalam rangka mengendalikan laju inflasi khususnya pada kelompok pangan bergejolak. (Muhammad Rafiq/Syahriah)


























































