JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog bersama pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, termasuk melalui penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.
Di wilayah Papua, Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menyampaikan per hari ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog Kanwil Papua mencapai 28,635 ton.
“Rencana masuk 10,977 ton sehingga total stok dikuasai sebanyak 38,327 ton. Stok beras tersebut untuk ketahanan stok selama 3,1 bulan ke depan,” ucapnya, Senin, 9 Maret 2026.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi bagi Bulog sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.
“Untuk Wilayah Kerja Kanwil Papua sendiri stok minyak goreng yang dikuasai sebanyak 308,799 Liter,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Perum Bulog Papua memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman dan terjamin hingga akhir tahun.
“Dengan stok beras yang cukup serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ucap Mustari.
“Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Selain dua komoditas utama tersebut, ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran.
Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” pungkasnya. (Redaksi)
























































