JAYAPURA, Redaksipotret.co – Dalam sepekan, Gubernur Papua telah melakukan dua sidak di Kota Jayapura, RSUD Jayapura dan RSUD Abepura.
Hasil sidak di RSUD Jayapura membuatnya langsung merombak manajemen dengan mengganti direktur, dari dr. Aaron Rumaium ke dr. Andreas Pekey.
Sementara di RSUD Abepura, posisinya berbeda. Direktur rumah sakit tersebut terancam diberhentikan setelah Matius Fakhiri menemukan berbagai persoalan layanan serta keluhan tenaga medis.
“Beri saya waktu satu atau dua hari. Kalau bisa diganti, ya saya ganti,” tegasnya sudai sidak RSUD Abepura pada Jumat (7/11/2025).
Dia menegaskan seluruh langkah ini merupakan bagian dari pembenahan total layanan kesehatan di Papua, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga perbaikan manajemen rumah sakit.
Usai sidak di RSUD Abepura, Gubernur menyoroti pengelolaan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura berada dalam kondisi bobrok.
Dia memastikan akan mengecek langsung pelayanan di RSJ Abepura. “Selanjutnya saya akan ke Rumah Sakit Jiwa, karena saya tahu pengelolaannya bobrok,” ujarnya.
Kendati demikian, Gubernur tidak menyebutkan kapan sidak akan dilakukan seperti pada dua sidak di RSUD sebelumnya.
Gubernur meminta Dinas Kesehatan memantau perbaikan pelayanan di RSJ Abepura sambil menunggu kunjungan langsung dirinya.


























































