JAYAPURA, Redaksipotret.co – Gubernur Papua Matius Fakhiri mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi 14.882 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Papua.
Usulan tersebut disampaikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung Program Strategis Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Matius Fakhiri.
Dalam usulannya, Gubernur menyampaikan rencana pembangunan dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di sembilan kabupaten/kota, yakni:
1. Kota Jayapura : 3.512 unit
2. Kabupaten Keerom: 2.504 unit
3. Kabupaten Kepulauan Yapen :1.201 unit
4. Kabupaten Jayapura : 2.671 unit
5. Kabupaten Supiori : 1.046 unit
6. Kabupaten Waropen : 471 unit
7. Kabupaten Sarmi : 335 unit
8. Kabupaten Mamberamo Raya : 293 unit
9. Kabupaten Biak Numfor : 2.849 unit
Total keseluruhan mencapai 14.882 unit rumah layak huni.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua tahun 2024, jumlah penduduk Papua mencapai 1,1 juta jiwa, dengan 161,07 ribu jiwa tergolong masyarakat miskin.
Dari jumlah tersebut, sekitar 37,85 persen keluarga belum memiliki akses terhadap hunian yang layak.
Kondisi ini paling banyak terjadi di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Keerom, yang kemudian menjadi lokasi prioritas program perumahan periode 2025–2030.
“Kami berterima kasih atas dukungan Menteri PKP. Pemerintah pusat dan daerah akan terus bersinergi agar program ini tidak hanya menyediakan rumah, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya ekonomi rakyat, khususnya di kawasan pesisir dan daerah terpencil,” kata Fakhiri.
Dia berharap semakin banyak keluarga Papua dapat menikmati hunian yang layak, aman, dan nyaman sebagai bagian dari langkah nyata menuju Papua yang lebih cerah.
“Lampu di Papua ini bisa terang, tapi kami juga minta jaringan jalan diperbaiki agar tembus sampai ke kampung, sehingga masyarakat di pegunungan bisa mudah turun ke bawah,” tuturnya. (Muhammad Rafiq)


























































