JAYAPURA, Redaksipotret.co – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan upaya antisipasi terjadinya inflasi daerah akibat kenaikan harga sejumlah bahan pangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan dan kenaikan harga tersebut, TPID Kabupaten Jayapura dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura Delila Giay mulai melakukan sidak pasar, mensurvei secara langsung sejumlah komoditi yang berpotensi mengalami kenaikan menjelang Lebaran nanti.
TPID Kabupaten Jayapura melakukan sidak pasar dan distributor di sejumlah lokasi, yaitu Pasar Pharaa, CV Setia Tunggal, Toko Hollandia, Cakra Felavouw, CV Samalona, Indomaret dan Pabrik Tahu di Jalan Makendang, serta ke SPBU di samping Koramil Sentani.
Delila Giay menyampaikan, sidak ke pasar dan beberapa distributor tersebut dilakukan untuk mengatasi inflasi daerah dan juga memantau secara langsung lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M.
Delila mengatakan, stok bahan pokok terpantau cukup untuk Kota Sentani, Kabupaten Jayapura di beberapa beberapa pasar dan distributor bahan pokok beberapa gudang cukup untuk lebaran kali ini.
“Kemudian, untuk stok juga tersedia sampai dengan lebaran. Kami tadi sudah ke pasar, beberapa distributor, juga sempat singgah ke perusahaan retail Indomaret dan salah satu SPBU di wilayah Kota Sentani,” kata Delila usai sidak, Rabu (27/3/2024).
Dia mengungkapkan, saat melakukan sidak pasar dan sejumlah distributor, pihaknya telah menemukan sejumlah komoditas bahan pangan yang didatangkan dari luar Kabupaten Jayapura.
“Terkait hal itu, maka kita akan melakukan evaluasi bersama dengan perangkat daerah teknis bidang perekonomian, terutama komoditas bahan pangan yang dijual, tetapi didatangkan dari luar Kabupaten Jayapura seperti dari Arso, Kabupaten Keerom dan Koya, Muara Tami, Kota Jayapura,” ucapnya.
Delila pun mempertanyakan mengapa komoditi tersebut didatangkan dari luar Kabupaten Jayapura, sementara daerah tersebut memiliki lahan pertanian yang memadai.
“Kita selama ini menanam hingga panen terus hasilnya dijual kemana? Itu siapa yang menikmatinya. Itulah yang mungkin menjadi perhatian kita bersama dalam evaluasi yang akan dilakukan nanti,” ujar Delila.
Dirinya berharap, Disperindag melanjutkan sidak tersebut untuk dapat memantau harga pasar agar tetap stabil.
Editor : Syahriah Amir
























































