JAYAPURA, Redaksipotret.co – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Papua menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2.687.020.114 kepada Pemerintah Provinsi Papua melalui pembagian dividen hasil kinerja perusahaan tahun buku 2025.
Direktur Utama Jamkrida Papua, Desty Pongsikabe, mengatakan besaran dividen tersebut merupakan 65 persen dari laba perusahaan yang mencapai Rp4.139.672.640 (Rp4 miliar).
“Laporan keuangan perusahaan telah diaudit oleh kantor akuntan publik dan kami memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” katanya dilansir dari laman Pasificpos.com, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Desty, capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan nilai dividen yang diberikan kepada pemerintah daerah meningkat signifikan dibanding target awal yang hanya sekitar Rp2 miliar.
“Ke depan kami akan terus memperkuat arah pengembangan bisnis perusahaan melalui sejumlah rencana strategis yang mencakup perluasan layanan, peningkatan kerja sama, serta penguatan tata kelola dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Dia menjelaskan salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah membuka kantor penerbitan sertifikat di sejumlah wilayah di Tanah Papua.
Beberapa daerah yang menjadi target pengembangan antara lain Kabupaten Keerom, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Kota Jayapura, Sarmi, Merauke, Sorong, dan Manokwari.
Selain perluasan layanan, Jamkrida Papua juga akan meningkatkan kerja sama dengan sektor perbankan, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Papua.
“Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem penjaminan kredit bagi pelaku usaha di daerah,” katanya lagi.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan Jamkrida Papua merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang sehat karena mampu memberikan dividen kepada pemerintah daerah melebihi target yang ditetapkan.
“Seluruh rencana bisnis yang disusun perusahaan pada tahun sebelumnya berhasil direalisasikan dengan baik. Selain itu, jangkauan layanan Jamkrida Papua kini telah berkembang ke sejumlah wilayah di Tanah Papua,” katanya.
Menurut Christian, Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi atas kinerja manajemen Jamkrida Papua dan berharap perusahaan terus meningkatkan perannya dalam mendukung dunia usaha, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan akses pembiayaan.
“Kami juga mengimbau para pelaku usaha di Papua untuk memanfaatkan layanan penjaminan yang disediakan Jamkrida Papua agar semakin banyak usaha lokal memperoleh akses modal dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang, kinerja PT Jamkrida Papua dinilai sangat signifikan karena berhasil melampaui target laba yang ditetapkan. Dari target laba tahun buku 2025 sebesar Rp2,2 miliar, perusahaan mampu membukukan laba hingga Rp4,13 miliar atau meningkat sekitar 195 persen dari target.
Capaian tersebut turut didukung total pendapatan operasional bruto perusahaan yang mencapai lebih dari Rp 12 miliar sepanjang tahun 2025. (Redaksi)























































