JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerja sama dengan Keuskupan Jayapura membangun rumah untuk korban gempa di Jayapura.
Rumah yang akan dibangun sebanyak 72 unit dengan tipe 36/72 dan akan berdiri di atas lahan seluas 19.865 meter persegi.
Pembangunan rumah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini bersama Uskup Jayapura, Yanuarius Teofilus Matopai You pada Jumat (13/10/2023).
Mensos mengatakan, pembangunan rumah merupakan respon terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Keuskupan Jayapura.
“Jadi, ada pengajuan dari warga yang kehilangan rumah akibat gempa. Kemudian dicari lahan dan ketemulah di sini,” kata Mensos usai peletakan batu, di Jalan Rama, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
Mensos pun mengungkapkan alasan memilih wilayah Muara Tami untuk pembangunan rumah lantaran dinilai aman untuk mengantisipasi bencana susulan.
Kemensos tidak ingin rumah yang dibangun di tepi lereng yang berpotensi longsor atau di atas lahan yang tanahnya labil.
“Karena itulah dibutuhkan waktu untuk mencari lahan yang tepat karena Kemensos harus berhati-hati dan berkoordinasi dengan banyak pihak,” kata Mensos.
Saat ini, proses pembebasan lahan sudah dilakukan dan sedang dalam proses persetujuan dari Kantor Pertanahan setempat.
Sementara itu, Ketua Tim relokasi dari Keuskupan Jayapura, Teddy Gosal menyebut sebanyak 72 kepala keluarga direncanakan akan menempati lokasi tersebut saat pembangunan selesai.
“Mereka merupakan masyarakat terdampak yang berasal dari dua lokasi. Asal wilayah korban gempa dari daerah Dok 5 Atas dan Angkasa Jayapura,” jelasnya.
Selain rumah, di lokasi tersebut juga akan dibangun sarana penunjang seperti lapangan bermain, aula dan kantor kampung, serta sarana peternakan ayam dan babi. Rencananya, pembangunan akan rampung dalam delapan bulan ke depan atau Juni 2024.
Sebelumnya, gempa bumi pada Kamis 9 Februari 2023 pukul 15.28 WIT bermagnitudo 5,4 menyebabkan empat orang meninggal dunia, sejumlah bangunan rusak dan banyak warga masih mengungsi hingga kini.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir
























































