JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo menegaskan, akan mengakomodir 183 honorer untuk mengikuti ujian CAT pada tahap selanjutnya.
“Saya akan memaksimalkan 183 orang yang tersisa ini di tahap berikut,” kata Triwarno, Senin (25/9/2023).
Triwarno pun mengaku terkejut setelah melakukan pengecekan secara acak, dirinya mendapati honorer yang telah mengabdi 15-18 tahun namun belum diakomodir.
“Artinya, kalau sesuai data masuk dengan kategori yang saat ini, maka mereka semestinya mengikuti ujian CAT,” kata Triwarno .
Dia pun mempertanyakan penyebab sehingga ratusan honorer tersebut tidak masuk dalam ujian CAT tahap pertama padahal mereka telah lama menjalankan tugas.
Kantor Bupati Jayapura didatangi puluhan tenaga honorer yang mempertanyakan nasib mereka yang tidak diakomodir menjadi CPNS di lingkungan Pemkab Jayapura yang saat ini telah dilaksanakan ujian Computer Assisted Test (CAT) bagi 817 orang Tenaga Eks TH.K2 dan Tenaga Kontrak.
Salahsatu tenaga honorer, Theo Zakaria mengungkapkan bahwa dirinya merasa ketidakadilan lantaran tidak diakomodir dalam 817 orang yang telah dinyatakan lulus seleksi dan ikut ujian CAT.
Terlebih dalam aksi tersebut, FPK Kabupaten Jayapura malah dianggap memprovokasi aksi dari puluhan honorer ini.
“Kami berharap, aspirasi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi ini bisa diterima dan ditindaklanjuti. Supaya ada keadilan dan bagi oknum honorer yang lolos diterima tidak bekerja kurang dari lima tahun, harus dikroscek,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Kabupaten Jayapura, Menasse Bernard Taime mengakui aksi ini adalah murni dari rasa ketidakadilan yang dirasakan para tenaga honorer, yang sudah bekerja lebih dari lima tahun, kemudian ada ujian CAT bagi yang lulus seleksi dan diterima dalam pengangkatan.
Meski begitu, dirinya bersyukur sebab Pj Bupati Jayapura telah menerima aspirasi mereka dan akan ikut memperjuangkan.
“Karena dalam ujian CAT yang dilaksanakan tentu bisa dilihat mana saja yang benar-benar honorer yang diterima,” ujarnya.
Penulis : Muhammad Irfan Editor : Syahriah Amir




















































