JAYAPURA, Redaksipotret.co – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) tengah memaksimalkan pemutusan sambungan air pelanggan yang menunggak dua bulan.
Direktur Utama PTAM Jayapura, Entis Sutisna mengungkapkan, hal tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya pelanggan memahami bahwa operasional perusahaan dalam melakukan pelayanan bersumber dari rekening pelanggan.
“Kita tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah untuk operasional, hanya mengandalkan dari rekening yang dibayar pelanggan,” jelas Entis, di Jayapura, Selasa (12/9/2023).
Dia mengatakan, semakin banyak pelanggan membayar rekening air berdampak pada pengembangan pelayanan.
“Masyarakat yang selama ini belum terlayani, bisa kami layani apabila pelanggan rutin membayar rekeningnya,” ucapnya.
Entis mencontohkan masyarakat yang tinggal di Distrik Muara Tami yang selama ini belum terlayani.
“Masyarakat di wilayah tersebut sangat antusias saat kami melakukan sosialisasi. Bahkan untuk biaya penyambungan baru yang idealnya Rp5 juta per sambungan rumah, kami kenakan sebesar Rp1,5 juta,” kata Entis.
Untuk wilayah Muara Tami, pihaknya menargetkan 1.000 sambungan rumah (SR) selama setahun.
Penulis : Syahriah Amir Editor : Syahriah Amir


























































