JAYAPURA, Redaksipotret.co – Tokoh Pemuda Papua di Kabupaten Jayapura, Edison Awoitauw meminta kepada Pemerintah Pusat agar tidak memberhentikan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun dan juga Penjabat (Pj) Sekda Papua Derek Hegemur.
Edison Awoitauw mengatakan, pihaknya secara tegas menolak aksi demo yang dilakukan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di halaman Kantor Gubernur Papua pada Senin (25/3/2024).
“Sebagai mantan aktivis dan juga salah satu tokoh pemuda Papua asal Kabupaten Jayapura, saya meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini pak Presiden Jokowi dan pak Mendagri, untuk Pj Gubernur Papua dan Pj Sekda Papua tetap dipertahankan,” ujarnya, Selasa (26/3/2024) malam.
Karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan ASN tersebut, kata EA, hal itu dapat menjadi pelajaran kedepan bagi Gubernur Papua yang definitif untuk mengacu pada aksi demo kemarin.
Sehingga dapat menempatkan posisi ASN sesuai dengan tuntutan yang sudah dilakukan dalam aksi demo tersebut. Selain itu, dalam kondisi seperti saat ini yang tinggal tujuh bulan lagi memasuki pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, khususnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tepatnya pada Oktober mendatang.
“Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini untuk jabatan Pj Gubernur Papua itu tetap dijabat pak Ridwan Rumasukun dan kepemimpinan harus tetap berjalan,” ucapnya.
Menurutnya, tuntutan ratusan ASN terkait sejumlah kebijakan yang dinilai melanggar aturan, telah ada jalurnya. “Jadi, kelompok ASN memang merasa ada tindakan penyalahgunaan anggaran (korupsi) yang dilakukan oleh pak Pj Gubernur Papua bisa dilaporkan kepada pihak aparat penegak hukum. Baik itu, ke pihak kepolisian, kejaksaan atau KPK.
Untuk diketahui, ratusan ASN di lingkungan Provinsi Papua menggelar aksi demo. Aksi unjuk rasa tersebut nyaris ricuh lantaran aparat kepolisian berupaya masuk ke halaman kantor Gubernur untuk membubarkan pendemo.
Ratusan ASN menolak kehadiran polisi dan berupaya menyerang sehingga terjadi keributan. Namun akhirnya berhasil dihentikan setelah polisi mengalah dan keluar dari halaman kantor gubernur.
Ratusan ASN dari puluhan instansi ini memprotes kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun dan Penjabat (Pj) Sekda Papua, Derek Hegemur yang jarang berada di tempat dan sejumlah kebijakan yang dinilai melanggar aturan.
Untuk itu, para ASN ini meminta kepada Presiden Joko Widodo, untuk memberhentikan Penjabat Gubernur Papua dan Penjabat Sekda Papua.
Editor : Syahriah Amir






















































