JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Muhammad Ikhsan Hutahaean mengatakan, berdasarkan data hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, Gen Z memiliki tingkat literasi keuangan yang sudah cukup baik.
‘Yaitu berada di level 49,03 persen, mendekati tingkat literasi keuangan nasional yang saat ini berada pada level 49,68 persen,” kata Ikhsan dalam kegiatan Ngopi Kuy diaula FEB Uncen Jayapura, Rabu (24/5/2023).
Hal yang juga menggembirakan, kata Ikhsan, adalah semangat generasi muda untuk menggunakan produk atau layanan jasa keuangan tergambarkan pada tingkat inklusi keuangan yang mencapai 85,57 persen.
‘’Lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 85,10 persen. Sementara, tingkat literasi keuangan untuk wilayah Papua adalah sebesar 45,19 persen dan tingkat inklusi keuangan sebesar 76,36 persen,’’ jelasnya.
Meski begitu, kata Ikhsan, data tersebut juga menunjukkan ketimpangan yang terjadi antara indeks literasi dengan indeks inklusi keuangan.
Dia menyebut, kondisi tersebut menggambarkan bahwa banyak masyarakat yang sudah menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, namun tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan yang cukup dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan layanan jasa keuangan, serta keterampilan, sikap, dan perilaku yang benar.
‘’Artinya, masih terdapat ruang dalam upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk atau layanan jasa keuangan. Oleh karena itu, edukasi keuangan harus diakselerasi melalui berbagai bauran kebijakan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan aliansi strategis bersama berbagai pemangku kepentingan,’’ ucapnya.

Mahasiswa yang merupakan Generasi Z memiliki peran yang besar dalam meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan pengaruh pada pembangunan bangsa ini kedepannya.
‘’Oleh karena itu, kita perlu membekali para Gen Z dengan literasi keuangan yang baik mengingat produk maupun layanan jasa keuangan tidak dapat lepas dalam mendukung aktivitas kita sehari-hari. Berkaca pada hal tersebut maka literasi keuangan telah menjadi essential life skill yang sangat penting bagi generasi muda,” kata Ikhsan.
Generasi muda diyakini dapat mempengaruhi tren pasar di masa depan serta memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Sehingga perlu memastikan ketersediaan akses yang lebih luas kepada layanan keuangan bagi kaum muda sehingga dapat mendorong entrepreneurship, inovasi, dan mendukung generasi muda untuk mencapai tujuan masa depan mereka.
‘’Selain itu, kemampuan generasi Z dalam mengadopsi teknologi digital juga akan meningkatkan ekspansi ekonomi digital lebih lanjut,’’ ucapnya.
Sementara itu, Arung Lamba selaku Pembantu Rektor II Universitas Cenderawasih Jayapura mengapresiasi kehadiran OJK di kampus tersebut.
‘’Kegiatan Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk! Atau Ngopikuy sangat bagus untuk menambah pengetahuan mahasiswa kami agar tidak terjebak oleh oknum yang mempergunakan kesempatan terhadap kemajuan teknologi digital,’’ ucap Lamba.
Ngopikuy menghadirkan narasumber Wisely Wijaya selaku Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Hubungan Internasional AFPI, dan CEO Kredit Pintar, Horas V.M Tarihoran selaku Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK dan Kresna Aditya Payokwa selaku Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua dan Papua Barat.
Penulis : Syahriah Amir Editor : Syahriah Amir

























































