JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Provinsi Papua akan berlangsung selama empat bulan, dimulai pada 27 Mei hingga September 2024.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum mengatakan, sebanyak 188.659 anak berusia nol hingga 7 tahun 11 bulan menjadi target pemberian vaksin Polio oral atau tetes.
“Pemberian pertama kepada anak yaitu vaksin tetes polio kebal penyakit untuk mencegah Polio Tipe 2, kemudian pemberian vaksin tetes polio berikutnya untuk kekebalan virus Polio Tipe 1 dan 3,” jelas Aaron dalam pertemuan bersama Unicef dan Jurnalis yang digagas Yayasan Gapai Harapan Papua di Jayapura, Rabu (22/5/2024).
Aaron mengungkapkan, pemberian vaksin Polio penting dilakukan menyusul telah ditemukannya masing- masing satu kasus Polio tipe 2 di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
“Kasus anak terpapar polio sudah ditemukan di tiga provinsi daerah otonomi baru, maka perlu dilaksanakan pemberian vaksin tetes Polio agar tidak masuk di Provinsi Papua, dan dua provinsi lainnya di tanah Papua yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya, dan akan diikuti 27 provinsi lainnya di Indonesia,” ujar Aaron.
Aaron pun mengungkapkan, vaksin Polio telah didistribusikan ke setiap Puskesmas. Selain Puskesmas, pemberian vaksin tetes Polio juga akan dilaksanakan di Puskesmas Pembantu, Posyandu dan satuan pendidikan yaitu PAUD, TK dan SD, serta Pos imunisasi lainnya dibawah koordinasi Puskesmas.
Dia pun menegaskan bahwa vaksin Polio bukan seperti vaksin Covid yang baru diproduksi, melainkan vaksin kebal penyakit Polio yang telah ada sejak puluhan tahun lalu.
Aaron berharap, setelah pelaksanaan PIN Polio berakhir, tidak ditemukan lagi penyebaran penyakit tersebut di Tanah Papua.
Aaron menjelaskan bahwa penyakit polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, sehingga akan menghambat masa depan anak saat dewasa nanti.
“Pemberian vaksin Polio merupakan hak anak, oleh karena itu, kami meminta orang tua agar tidak menolak pemberian vaksin tersebut,” ucapnya.
Editor : Syahriah Amir



















































