JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog hingga saat ini masih terus mendatangkan beras dari luar Papua yaitu dari Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan untuk menjaga ketahanan stok.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari mengatakan, kendati beberapa daerah di Papua menghasilkan beras, namun produksinya tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Salah satunya Kabupaten Merauke, meskipun penghasil beras, tetapi produksinya terbatas, hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah tersebut,” kata Mustari di Jayapura, Senin (15/7/2024).
Mustari pun berharap, Merauke bisa menjadi daerah lumbung beras nasional, agar Perum Bulog tidak mendatangkan lagi dari luar Papua.
“Tetapi hal itu belum bisa terpenuhi. Kita punya 10 kantor cabang se Tanah Papua masih mengandalkan beras dari dalam negeri dan impor,” jelasnya.
Hingga 15 Juli 2024, Perum Bulog Kanwil Papua telah menyerap beras petani Merauke sebanyak 4.996 ton dari target 9.338 ton di tahun 2024.
“Mudah-mudahan Agustus mendatang kita bisa serap 100 persen bertepatan dengan masa panen,” kata Mustari.
Sementara itu, stok beras sebanyak 19.554 ton yang berada di gudang Perum Bulog di 10 kantor cabang. Sedang dalam perjalanan dan siap bongkar di pelabuhan sebanyak 18.076 ton.
Beras tersebut siap disalurkan untuk bantuan pangan, ASN dan TNI Polri, operasi pasar dan cadangan pangan jika terjadi bencana.
“Untuk bantuan pangan dari Januari hingga hari ini terealisasi 78 persen. Bantuan pangan disalurkan kepada penerima manfaat sebanyak 8.200 ton per bulan. Sementara, realisasi SPHP mencapai 52 persen atau 10.420 ton dari target 20 ribu ton,” jelasnya.
Editor : Syahriah Amir






















































