JAYAPURA, Redaksipotret.co – Untuk meningkatkan jumlah capaian pelaksanaan Festival Kopi (Feskop) Papua 2024, Bank Indonesia meningkatkan skala kegiatan dengan berbagai macam inovasi.
“Hal tersebut berhasil memberikan dampak positif dengan peningkatan capaian yang luar biasa,” kata Faturachman selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua dalam kegiatan Bincang Bincang Media di Jayapura, Rabu (21/8/2024).
Faturachman mengungkapkan, rangkaian kegiatan seperti business matching bersama Kopi Tuku dan Coffee Beyond Borders menghasilkan kesepakatan transaksi ke Jepang sebesar 600 Kilogram.
Juga telah dilaksanakan edukasi literasi keuangan inklusif, ekonomi syariah, perlindungan konsumen dan digitalisasi sistem pembayaran yang dihadiri oleh 214 peserta.
Dalam Feskop Papua yang dilaksanakan selama lima hari turut menghadirkan Dee Lestari untuk membedah buku Filosofi Kopi. “Antusiasme yang luar biasa pada kegiatan ini yang bertujuan mendorong budaya membaca,” ujar Faturachman.
Sementara, untuk menekan penggunaan plastic cups, Bank Indonesia Papua bersama OJK Papua dan Papua Barat melakukan kampanye “Less Plastic, More Coffee” dengan memberikan satu tumbler gratis bagi pengunjung yang bertransaksi minimal Rp150 ribu.
Dari seluruh rangkaian kegiatan pada pelaksanaan Feskop Papua 2024, Bank Indonesia mencatat total penjualan Rp4,115 miliar.
Dengan rincian total transaksi rangkaian Feskop Papua Rp2.615.460 (Rp2,615 miliar), transaksi di World of Coffee Copenhagen sebesar Rp1.450.000.000 (Rp1,45 miliar), ekspor kopi pada kegiatan Businees Matching sebesar Rp135.000.000 (Rp135 juta) dan penjualan selama event sebesar Rp1.030.000.000 (Rp1,030 miliar), kemudian potensi penjualan setelah event berdasarkan business matching domestik sebesar Rp1,5 miliar.
“Capaian lainnya yaitu total volume transaksi QRIS 10.766, total transaksi QRIS sebesar Rp721.322.000 dan total pengunjung 31.210 orang,” jelasnya.
Faturachman mengatakan, Bank Indonesia tidak berhenti hanya sampai di Feskop, namun akan menindaklanjuti peluang terkait upaya pengembangan kopi Papua.
Editor : Syahriah Amir



















































