JAYAPURA, Redaksipotret.co – Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua hingga kini masih menyisakan polemik. Pasangan calon Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM-CK) akhirnya memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.
Langkah ini dinilai wajar sebagai bagian dari pendidikan politik yang jujur dan bermartabat. Bagi putra asli Tabi-Saireri itu, gugatan ke MK bukan semata soal menang atau kalah, melainkan wujud keseriusan dalam memperjuangkan demokrasi yang adil, damai, dan berkeadaban di tanah Papua.
Menurut BTM, PSU kemarin sarat dengan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif. Karena itu, MK sebagai lembaga hukum tertinggi di Indonesia diyakini akan menjadi jalan untuk membuka kebenaran yang sesungguhnya.
“Kami percaya, perjuangan ini bukan untuk pribadi, tapi untuk Papua yang adil, mandiri, dan berbudaya,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Gugatan BTM-CK telah tercatat dalam dokumen resmi Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik MK RI Nomor 22/PAN.MK/e-AP3/08/2025, pada Jumat (22/8) pukul 17.48 WIB. Proses ini diajukan melalui kuasa hukum Anthon Raharusun bersama tim, dengan KPU Papua sebagai pihak termohon.
Di tengah proses hukum yang berjalan, BTM menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh rakyat Papua, khususnya umat Muslim yang telah memberikan dukungan penuh.
“Kami ucapkan terima kasih setulusnya kepada seluruh umat Muslim di tanah Papua yang telah mendukung kami di PSU kemarin,” ucap BTM di Jayapura, Kamis (28/8/2025).
Dia menegaskan, perjuangan mereka bukan sekadar perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar menjaga marwah demokrasi sekaligus keutuhan sosial masyarakat Papua.
“Di balik setiap surat suara, ada harapan. Di balik setiap pilihan, ada tanggung jawab kepada anak cucu kita nanti,” katanya penuh haru.
BTM mengingatkan agar PSU tidak hanya dimaknai sebagai pertarungan politik, melainkan momentum kejujuran, kesabaran, dan ujian kedewasaan berdemokrasi.
Dia menambahkan, doa dan perjuangan yang mereka panjatkan bukan hanya untuk kemenangan BTM-CK, tetapi demi Papua tetap damai dan rakyat tidak terpecah belah.
“Doa ini adalah bahasa hati, agar esok tidak ada air mata karena perpecahan, tidak ada luka karena perbedaan, dan tidak ada dendam yang tumbuh karena pilihan. Jika kami yang terbaik di mata Tuhan, semoga Allah mantapkan hati untuk mendukung perjuangan kami di MK. Tetapi jika ada yang lebih baik, kami pun ikhlas, asalkan Papua tetap aman, rakyat tetap bersaudara, dan langit negeri ini tetap biru tanpa awan kebencian,” ungkapnya.
BTM kembali mengajak seluruh rakyat Papua menjemput takdir dengan ketenangan, adab, dan akhlak terbaik. “Kita boleh berbeda baju, berbeda pilihan, berbeda jalan, tapi jangan pernah berbeda hati. Karena kita semua satu: satu tanah, satu nasib, dan satu cita-cita menjadikan Papua lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Rafiq I Editor : Syahriah Amir




























































