MERAUKE, Redaksipotret.co – Ketua DPD Barisan Merah Putih Provinsi Papua Selatan, Esau Hombore menegaskan, seminar pemuda dengan tema “Menakar multiplier effect PSN terhadap penciptaan tenaga kerja lokal” lebih kepada upaya untuk memberikan ruang diskusi kepada para pemuda membahas berbagai hal yang diharapkan berdampak positif bagi orang Papua dan masyarakat yang ada di Papua Selatan.
“Diskusi ini wajib diikuti oleh pemuda sehingga lebih mengetahui dan memahami berbagai hal penting termasuk di sektor ekonomi. Selain tentang SDM yang perlu ditingkatkan, perlu juga dibahas tentang minat orang Papua dalam melakukan aktivitas ekonomi,” ucapnya, dilansir dari laman Pasificpos.com, Jumat, 29 Mei 2026.
:Contoh kecil dalam mengelola usaha kios, ternyata masih sangat minim. Lewat seminar ini kita bersama-sama mencari solusi agar mereka lebih intes lagi melakukan aktivitas ekonomi,“ terangnya.
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Papua Selatan harus semakin baik sehingga angka kemiskinan dapat ditekan. Dia meminta peserta diskusi dapat memberikan masukan sehingga solusi yang tepat bisa diperoleh.
Menyoroti tentang peningkatan SDM pemuda asli Papua, ia memandang perlu dilaksanakan pelatihan-pelatihan untuk bidang tertentu.
Dia mencontohkan tentang banyaknya alat berat yang didatangkan ke Merauke untuk menunjang PSN. Ada keinginan agar para pemuda dapat dilatih mengoperasikan alat berat tersebut bahkan memiliki ketrampilan untuk memperbaiki.
Dia meyakini para pemuda Papua memiliki kemampuan, tinggal diasah dan dilatih sehingga lebih profesional.
“Berdasarkan teori antropologi ditambah dengan melakukan pendekatan peradaban dalam membangun orang Papua, diketahui bahwa orang Papua punya kemampuan melihat dan meniru. Ketika mereka dilatih untuk mengoperasikan sesuatu, alat berat misalnya, mereka cukup melihat lalu kita perintahkan untuk mengoperasikan sudah bisa jalan, “ungkapnya.
Ditambahkan, semua bisa dilakukan jika ada kemauan dan kemampuan. Oleh karena itu pemuda tidak boleh pesimis namun harus bisa mengambil peluang. Barisan Merah Putih mendorong hal tersebut agar pemuda Papua bisa berada dalam peluang itu.
“Sebab dinamika bergerak terus dan ketika peluang itu ada maka harus diambil demi terciptanya kemandirian diri,” pungkasnya. (Redaksi)




















































