JAYAPURA, Redaksipotret.co – Astra Motor Papua selaku main dealer sepeda motor Honda di wilayah Papua (enam provinsi) telah merealisasikan program corporate social responsibility (CSR) di berbagai bidang.
Program CSR dilaksanakan secara berkelanjutan melalui empat pilar, yaitu Kewirausahaan (UMKM), Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan.
Empat pilar ini menjadi fokus perusahaan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Khusus pada pilar kewirausahaan, Astra Motor Papua terus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi dan kearifan lokal.

Kepala Bagian Finance dan Operation Astra Motor Papua, Bagas Fensanarko mengatakan, perusahaan melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah ekonomi kreatif dengan memberikan pendampingan serta bantuan pengembangan produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Selain pengembangan produk, pelaku UMKM, sebut Bagas, juga mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan dan pembukuan usaha agar dapat memantau perkembangan bisnis mereka secara lebih baik.
Bagas mengungkapkan, program pembinaan UMKM diperluas. Selain pembuatan noken atau anyaman, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap industri batik Papua dengan berbagai cara.
Mulai dari pemberian bantuan alat pendukung operasional, hingga melibatkan mereka dalam pelatihan membatik, salah satunya kepada sanggar seni Ameldi Papua.
“Kami mendukung operasional sanggar dalam menciptakan karya batik khas Papua sekaligus memperkuat kolaborasi antara Astra Motor Papua dan sanggar ini,” kata Bagas.

Ameldi Papua, salah satu pelaku industri kreatif yang memiliki peran penting dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ameldi memproduksi kain batik berupa cap dan tulis dengan motif khas Jayapura. Nama Ameldi sendiri merupakan akronim dari Aimar, Elisabet, Eren, Dina. Sanggar ini telah dibentuk pada 2009 lalu, dengan anggota sebanyak 15 orang.
Joni Silas Wona selaku pimpinan Sanggar Ameldi Papua mengatakan, kepercayaan yang diberikan Astra Motor Papua dinilai bukan sekedar bentuk kerja sama, melainkan ruang bagi karya lokal untuk semakin dikenal masyarakat luas.

“Dukungan ini sangat berarti karena tidak hanya membantu memperkenalkan produk kami kepada masyarakat di Papua, tetapi juga membuka peluang agar karya batik Papua dapat dikenal hingga ke luar daerah, bahkan ke dunia internasional,” ujar Joni, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
Dia berharap, sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak UMKM Papua yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan membawa kekayaan budaya ke panggung yang lebih luas. (Syahriah)
























































