JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mengajak para jurnalis di Papua untuk peduli terhadap jaminan sosial.
Kepala BPJamsostek Cabang Papua Jayapura, Haryanjas Pasang Kamase mengatakan, jurnalis termasuk pekerja rentan terhadap risiko yang mungkin saja bisa terjadi.
“Jam kerja jurnalis cukup tinggi, risiko pekerjaannya tidak hanya saat berjalan, termasuk ketika meliput suatu berita. Oleh karena itu, kami mengajak para jurnalis peduli terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Haryanjas usai media gathering di Jayapura, Sabtu (23/9/2023).
Dia juga berharap, jurnalis menjadi media informasi kepada masyarakat terkait program BPJamsostek.
“Kami ingin jurnalis bisa menjadi corong untuk menyampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat bisa menjadi peserta program BPJamsostek,” jelasnya.
BPJamsostek Cabang Papua Jayapura membawahi provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Jumlah peserta program BPJamsostek hingga saat ini, diakui Haryanjas masih sangat rendah.
Menurutnya, sesuai data Badan Pusat Statistik atau BPS, jumlah tenaga kerja di Papua 1,8 juta orang. Dari jumlah tersebut, yang terlindungi program BPJamsostek hanya 10 persen.
“Bahkan mengalami penurunan kepesertaan di sektor mandiri atau bukan penerima upah (BPU),” ucap Haryanjas.
Hal tersebut menjadi fokus BPJamsostek untuk berkoordinasi di setiap pimpinan daerah untuk memberikan jaminan kepada peserta mandiri.
“Sesuai instruksi Presiden Nomor 04 Tahun 2022 tentang upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem, masyarakat rentan diwajibkan mendaftar menjadi peserta BPJamsostek,” jelasnya.
Penulis : Syahriah Amir Editor : Syahriah Amir
























































