MIMIKA, Redaksipotret.co – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Kepala Air menyerang para pekerja proyek pembangunan Puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah pada Kamis (19/10/2023).
Kasatgas Humas AKBP Bayu Suseno menyampaikan, sebanyak 19 pekerja berhasil selamat, dua terkena panah, satu lainnya meninggal dunia.
“Sekitar pukul 13.00 WIT, kami dapat laporan dari para pekerja yang selamat, mereka lapor ke Pos Kotis di Ilaga bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok KKB menggunakan senjata api, panah dan parang,” jelas Bayu melansir pasificpos.com, Jumat (20/10/2023).
Bayu menambahkan, setelah laporan, Tim Satgas Damai Cartenz gabungan TNI Polri merespon cepat ke lokasi penyerangan KKB tersebut.
“Pukul 15.00 WlT kami mengumpulkan personel untuk mendatangi TKP guna penyelamatan dua pekerja yang masih belum ditemukan. Setelah pencarian, ditemukan satu pekerja telah meninggal dunia bernama Suprianus Ottong berusia 35 tahun, satu lainnya berhasil kami temukan bersembunyi di semak-semak dalam kondisi selamat namun terkena panah,” kata Bayu.
Korban meninggal dunia dan dua luka terkena panah kemudian dievakuasi ke RSUD Puncak, sementara 19 pekerja yang selamat diamankan di Polsek Puncak.
Sementara itu, para pekerja proyek PT Gloria Papua Permai yang berjumlah 22 orang termasuk yang meninggal dunia telah dievakuasi ke Mimika pada Jumat (20/10/2023) pagi.
Mereka tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 08.00 WIT menggunakan tiga pesawat yakni Revan Air PK- RVV membawa jenazah korban KKB, Smart air PK RVE membawa tiga korban luka dan pesawat lainnya membawa 18 korban selamat.
Korban meninggal dunia Suprianus Ottong langsung dibawa kerumah duka di Jalan Baru Lorong samping Dinas Perhubungan Timika, tiga korban luka dibawa ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, sementara 18 korban selamat berada di rumah duka.
Pantauan di RSMM Timika, tiga korban masing-masing Elifas Sujata Tuna mengalami luka di punggung tertancap anak panah, Martinus Bala mengalami luka dijari tangan putus dan Erwin Barapadang mengalami luka di pinggang kiri kena anak panah.
Dari informasi yang beredar di masyarakat, aksi keji tersebut merupakan buntut protes KKB Puncak wilayah Kepala Air pimpinan Titus Murib terhadap kesepakatan awal bahwa apabila proyek pembangunan Puskesmas Omukia berjalan, maka uang keamanan langsung diserahkan kepada KST wilayah Kepala Air, namun sampai saat ini uang tersebut belum mereka terima.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir



















































