JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat telah mendatangkan 11 ribu ton beras impor dari negara Vietnam menggunakan kapal MV An Binh 18.
Sebanyak 7.000 ton telah tiba di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya dan telah selesai dibongkar pada Selasa kemarin, sementara, 4.000 ton tiba di Pelabuhan Jayapura, Papua dan mulai dilakukan pembongkaran pada Rabu (8/11/2023).
“Total ada 11 ribu ton. Estimasi pembongkaran selama empat sampai lima hari selesai. Mudah-mudahan bisa tepat waktu, karena akan menjadi penilaian oleh pemerintah pusat untuk menambah stok,” kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma di Pelabuhan Jayapura.
Dia mengatakan, beras impor tersebut akan didistribusikan ke empat jalur, yaitu bantuan pangan, ASN dan TNI/Polri, operasi pasar dan cadangan pangan jika terjadi bencana.
“Dengan masuknya beras impor tersebut, maka total stok beras kita sebanyak 43 ribu ton, cukup hingga enam bulan kedepan untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan masyarakat,” ucap Guna Dharma.
“Pada Desember dan Januari, kuota untuk Papua akan ditambah sebanyak 11 ribu ton,” sambungnya.
Guna Dharma menjelaskan bahwa untuk sementara kapal pengangkut beras impor hanya bisa bersandar di dua pelabuhan, yaitu Sorong dan Jayapura.
Dia pun menegaskan bahwa dengan masuknya kapal pengangkut beras impor ke Papua, berdampak pada pendapatan daerah.
“Dampaknya cukup besar bagi daerah, banyak tenaga kerja kita memanfaatkan dengan masuknya kapal asing,” kata Guna Dharma.
Penulis : Syahriah Amir | Editor : Syahriah Amir



















































