NABIRE, Redaksipotret.co – Sehari sebelum diresmikan, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meninjau langsung Bandara Douw Aturure dengan mendarat menggunakan pesawat jet jenis Cesna 700 Sitation Longitud dengan nomor penerbangan PK – CAA milik Kementerian Perhubungan Balai Kalebrasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara.
Peninjauan dimulai dari landasan pacu, ruang kedatangan, keberangkatan, lahan parkir kendaraan dan fasilitas penunjang lainnya.
Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan bandara adalah kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dimana tanah lokasi bandara ini diberikan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat dan sudah dilakukan pembangunan baik terminal, room dan runway sepanjang 1.600 meter.
“Aktivitas bandara memang sudah ada dan rutin baik dari Timika, Manokwari maupun dari Jayapura. Diharapkan masyarakat makin ingin untuk menggunakan pesawat udara sehingga jumlah peminat menggunakan pesawat udara meningkat,” tuturnya.
Dia menjelaskan, Bandara Douw Aturure ini sangat bagus dan memiliki terminal yang mewah, dimana pembangunannya menelan anggaran Rp700 miliar dengan menggunakan APBN.
“Berbeda dengan daerah lain yang biasanya pembangunannya hanya menelan angka Rp400 miliar- Rp600 miliar,” kata Budi.
“Kedepan pembangunan runwaynya akan mencapai 2.000 meter sampai 2.500 meter dan Pemprov Papua Tengah rencananya akan membantu pembangunannya, tentu ini akan menjadi kalaborasi yang baik,” ucapnya.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Nabire, Setyani Mahendra, mengatakan setelah diresmikan semestinya bandara mulai beroperasi sesuai pesan Presiden, namun ada akses jalan menuju bandara masih dikerjakan sehingga pengoperasian bandar udara Douw Aturure Nabire ini masih menunggu pekerjaan akses jalan selesai.
“Mudah-mudahan secepat mungkin akses yang menuju ke bandara cepat selesai agar kita operasikan bandara baru ini,” jelasnya melansir pasificpos.com, Jumat (24/11/2023).
Setyani menjelaskan, panjang runway atau landasan bandara saat ini memiliki 1.600 meter. Akan tetapi kedepan runway bandara ini akan terus dikembangkan hingga mencapai target 2.600 meter panjangnya.
“Untuk saat ini panjang landasannya tidak jauh dengan bandara lama yakni 1.400 meter, sehingga pesawat yang masuk masih sama dengan jenis ATR. Akan tetapi yang menjadi pembeda yakni akses keselamatan, yakni bandara baru lebih menjamin kecermatan dan keselamatan,” ucapnya.
Penulis : Redaksi Potret | Editor : Syahriah Amir



















































