JAYAPURA, Redaksipotret.co – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), industri rumahan Ririens Food meningkatkan produksi kue kering hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Pemilik Ririens Food, Rini Eko Setiani mengungkapkan, produksi meningkat seiring meningkatnya permintaan masyarakat lantaran pemasaran yang dilakukan selain di sejumlah ritel, juga melalui media sosial.
Saat ini kehadiran produk Ririens Food di ritel telah bertambah, dari sebelumnya hanya empat di Jayapura, menjadi sembilan ritel.

“Produk Ririens Food bisa didapatkan antara lain di Hypermart Jayapura dan Tanah Hitam, Gelael, dan toko Aneka Rempah, Hola Mart, Jaya Mart, Start Mart, Panento dan SMK Mart,” kata Rini di Jayapura, Senin (27/11/2023).
Rini mengatakan, produksi kue kering untuk Nataru telah dimulai pada pertengahan November lalu hingga 17 Desember mendatang.
Yang berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Ririens Food menghadirkan banyak varian rasa.

Kue kering Ririens Food dikemas dalam toples ukuran sedang dengan harga terendah Rp85 ribu dan kemasan pouch dengan harga Rp25 ribu.
Selain kedua kemasan tersebut, kue kering Ririens Food juga dikemas dalam paket hampers dengan harga mulai Rp120 ribu.
“Tahun ini kami menyediakan 700 paket hampers dengan berbagai ukuran,,” kata Rini.
Ririens Food merupakan UMKM bidang kuliner yang merupakan binaan Bank Indonesia Papua dan telah hadir sejak tahun 2016. Seluruh produk Ririens Food menggunakan sagu Papua.
Rini mengungkapkan alasan konsisten menggunakan sagu sebagai bahan dasar produk usahanya lantaran mudah didapatkan.
“Stoknya tersedia, kemudian selama ini hanya diolah menjadi papeda, karena itu saya mencoba membuat variasi menjadi aneka camilan bisa sebagai oleh-oleh khas Papua, dan juga sajian di hari raya,” ucapnya.
Kue kering produksi Ririens Food dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa bahan pengawet.
Penulis : Syahriah Amir | Editor : Syahriah Amir
























































