JAYAPURA, Redaksipotret.co – Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Papua membeberkan peluang investasi sejumlah sektor melalui seminar dan pembiayaan infrastruktur daerah, Selasa (28/11/2023).
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang juga Kepala Kemenkeu Perwakilan Provinsi Papua, Moudy Hermawan mengatakan, seminar tersebut mengangkat dua hal penting yakni peluang investasi swasta dan pemerintah.
Moudy menyebut bahwa sejumlah sektor sangat berpotensi untuk dibuka, diantaranya perkebunan, perikanan, manufaktur dan pertambangan serta ekonomi hijau meskipun investasi di sektor tersebut telah ada di Papua.
“Swasta masih berpeluang berinvestasi di sektor tersebut. Kemudian untuk pemerintah daerah yang berinvestasi melalui pembangunan infrastruktur dan membutuhkan pembiayaan, ada perusahaan yang dapat memberikan pinjaman, sebab jika hanya mengandalkan APBD tentu tidak mencukupi,” jelas Moudy.
Seminar digelar di aula Gedung Keuangan Negara Jayapura menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah, akademisi, dan pengusaha secara daring dan luring, salah satunya Ketua Pusat Studi Pembangunan Ekonomi Inklusi dan Pengentasan Kemiskinan Papua Universitas Cenderawasih Jayapura, Julius Ary Mollet.
Ary menyampaikan bahwa wilayah Papua memiliki potensi beragam komoditas bernilai tinggi yang dapat dikembangkan yang berorientasi ekspor.
“Seperti sektor perkebunan ada kopi, pala, kakao dan kelapa. Sektor perikanan ada ikan tuna, tongkol dan kakap. Kemudian dari sektor pertambangan ada emas, tembaga, dan nikel serta minyak bumi dan gas alam,” jelas Ary dalam seminar tersebut.
Selain sektor tersebut, peluang investasi di sektor pariwisata masih terbuka. Dengan kekayaan dan keindahan alam Papua, kata Ary, investasi di sektor ini cukup menjanjikan.
“Papua punya wisata bahari, wisata alam, wisata minat khusus, wisata budaya dan ekonomi kreatif yaitu seni ukir Asmat, pala Fak Fak dan kopi arabika dari Wamena,” ucapnya.
Ary menyebut, potensi energi baru terbarukan atau EBT untuk ketahanan energi dan potensi tanaman pangan untuk ketahanan pangan juga dapat menjadi pilihan bagi investor swasta.
Dia menjelaskan bahwa potensi EBT di Papua berupa energi surya cukup besar, demikian juga dengan potensi tanaman pangan seperti padi dan sagu.
Ary menekankan bahwa investasi penting untuk pertumbuhan ekonomi, namun perlu melakukan kolaborasi perencanaan dengan pemerintah daerah dan memperhatikan lingkungan.
“Tetapi untuk pengembangan investasi kedepan, perlu adanya peta jalan,” jelasnya.
Penulis : Syahriah Amir | Editor : Syahriah Amir



















































