JAYAPURA, Redaksipotret.co -Peredaran uang palsu atau upal periode 2023 di wilayah Papua, termasuk daerah otonomi baru mengalami penurunan dibandingkan periode 2022.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Thomy Andryas mengatakan, penurunan tersebut sejalan dengan aktifnya Bank Indonesia melakukan edukasi dan sosialisasi tentang ciri – ciri keaslian uang Rupiah.
‘’Kita gencar melakukan edukasi dan sosialisasi tentang cinta bangga paham rupiah atau CBP. Jadi masyarakat semakin paham membedakan uang asli dan palsu,” jelas Thomy dalam acara Bincang – Bincang Media di Jayapura, Selasa (12/12/2023).
Thomy menyebut, upal yang ditemukan tahun ini sebanyak 105 lembar, terdiri dari 41 lembar pecahan 100 ribu dan 62 lembar pecahan 50 ribu, sisanya pecahan kecil.
Pada periode 2022, Bank Indonesia Papua telah menemukan 341 lembar upal yang didominasi pecahan 100 ribu.
“Lembaran uang palsu tersebut, ditemukan dari perbankan yang melakukan konfirmasi, laporan masyarakat serta pihak Bank Indonesia sendiri dan aparat keamanan,” jelasnya.
Thomy mengatakan, untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib.
Penulis : Syahriah Amir | Editor : Syahriah Amir



















































