JAYAWIJAYA, Redaksipotret.co – Tokoh adat asal Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Hengky Heselo mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi ajakan provokasi atau pernyataan Beny Wenda yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dalam menyambut pemilu serentak 2024.
“Sebagai Kepala Kampung Lantipo dan juga sebagai kepala suku, saya mengimbau kepada masyarakat sekalian terkait dengan seruan dari Beny Wenda, agar masyarakat se-Papua jangan tanggapi dengan serius, karena itu hal yang tidak benar. Kita mau sukseskan Pemilu sesuai dengan slogan aman damai, aman, dan nyaman,” kata Hengky dalam keterangan tertulis, Senin (22/1/2024).
Menurutnya, sangat rugi jika masyarakat mendengarkan seruan dari Beny Wenda yang tidak tinggal di Indonesia khususnya di Papua. Dimana seruan provokatif tersebut tidak membangun, tetapi membuat perpecahan dan membawa penderitaan lantaran saat ini masyarakat di Tanah Papua telah hidup rukun dan damai, dengan adanya pembangunan yang intensif dari pemerintah pusat lewat program Otonom Khusus.
“Kalau masyarakat tidak mau ikut Pemilu dan mau mendengar saudara Beny Wenda, saya sebagai Kepala Kampung Lantipo dan juga salah satu Kepala Suku di Jayawijaya akan tetap mengikuti Pemilu sesuai dengan aturan yang ada. Kami tidak akan keluar dari aturan Republik Indonesia. Kita tidak usah ikut terprovokasi atau terpengaruh dari siapapun yang mau ambil keuntungan dari kita semua,” ujarnya.
Beragam pernyataan Beny Wenda di berbagai media sosial dan media massa lainnya terkait kehidupan di tanah Papua sangat tidak mendasar, karena berbagai tudingan tersebut sangat bertolak belakang dengan kehidupan yang terjadi saat ini.
Pembangunan di Bumi Cenderawasih kian masif, terlebih dalam pemerintahan masa kini yang telah modern, sangat berbeda dengan puluhan tahun sebelumnya.
“Kalau saudara Beny Wenda mau bicara soal merdeka agar datang ke Papua, jangan bicara soal Papua dari luar sana, di wilayah hukum orang lain. Itu tidak boleh, karena provokasi sana sini. Saya bicara secara tegas agar saudara Beny Wenda tolong berhenti. Kami sudah hidup aman, terima kasih,” tegas Hengky.
Editor : Syahriah Amir
























































