JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pemerintah Provinsi Papua akan membayarkan bonus atlet peraih medali PON XXI pada awal tahun depan. Penegasan itu disampaikan Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong.
Pj Gubernur mengatakan, besaran bonus PON akan sama dengan atlet Peparnas yang sementara berjuang di Solo, Provinsi Jawa Tengah.
Oleh karena itu, Pj Gubernur minta kepada para atlet untuk bersabar menunggu sampai Januari 2025 untuk mendapatkan bonus.
“Bonus akan kita hitung bersama dengan atlet peraih medali di Peparnas, tidak ada yang berbeda, bonus sama,untuk besaran nilainya akan kita umumkan jika sudah dihitung semua,” jelasnya melansir Pasificpos.com, Senin (7/10/2024).
Lanjutnya, pencairan bonus baru bisa dilakukan di bulan Januari 2025 memang karena penganggaran bonus PON masuk pada APBD Pemprov Papua tahun 2025.
Menurutnya, saat ini kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Papua tidak cukup untuk menyisihkan anggaran bonus prestasi atlet. “Kebetulan fiskal kami saat ini tidak mencukupi. makanya kita anggarkan di APBD 2025, kalau nanti APBD Provinsi Papua sudah ditandatangani, Januari sudah bisa cair,” katanya.
Sementara total Papua meraih 19 medali emas, 26 medali perak dan 23 medali perunggu dengan menduduki peringkat 13 Nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Kontingen PON Papua Dibubarkan
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pembubaran kontingen Papua yang berlaga di PON XXI (21) Aceh-Sumatera Utara. Pembubaran digelar di Aula Lukmen Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura.
Gubernur Limbong menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, asisten pelatih dan official yang telah berjuang dan meraih prestasi.
Kendati tidak mencapai target medali, namun prestasi Papua di PON 2024 patut disyukuri karena perjuangan para atlet tanpa persiapan matang.
Ramses Limbong mengatakan, Pemerintah, KONI dan Pengurus Cabor harus mengevaluasi prestasi yang di capai pda PON 2024 untuk persiapan menuju PON 2028 di NTT dan NTB.
“Kita harus akui pembinaan atlet tidak berjalan dengan baik, padahal kita punya fasilitas olahraga yang standar internasional, saya harap fasilitas eks PON Papua kedepan bisa digunakan untuk persiapan Papua menuju PON empat tahun mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen Papua, Derek Hegemur menyampaikan ada prestasi yang luar biasa dari para atlet Papua yang berhasil memecahkan rekor nasional. Meski begitu, capaian dari beberapa cabor belum maksimal, maka nantinya akan diadakan evaluasi oleh KONI dan cabang olahraga.
“Kita semua bangga dengan seluruh peraih medali maupun yang belum sempat meraih prestasi. Tapi kita tahu perjuangan kalian semua sudah luar biasa. Kita akan perbaiki dan kita evaluasi ke depan,” pungkasnya.
Editor : Syahriah Amir
























































