JAYAPURA, Redaksipotret.co – Berdasarkan data per 6 September 2024, terdapat 936 perusahaan tercatat saham dan 131 perusahaan penerbit obligasi dan sukuk yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kemudian, 34 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun mencapai Rp5,2 triliun. Adapun untuk Efek bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), terdapat 105 emisi dari 63 perusahaan dengan dana dihimpun mencapai Rp89,1 triliun.
Kepala Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa mengatakan, kini pasar modal Indonesia menjadi yang paling menarik diantara emerging market lainnya.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Ernst and Young (EY), pada kuartal satu 2024, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4 di dunia dan peringkat ke-1 di Asean dari sisi jumlah initial public offering atau IPO (go public).
“Dari sisi demand, pertumbuhan investor di Indonesia juga mengalami kenaikan yang sangat baik. Per Juli 2024, total investor sudah mencapai 13 juta, di mana sekitar 44,2 persen merupakan investor saham,” jelasnya dalam seminar bertajuk “Go Big with Go Public” yang digelar BEI Papua bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,di Swiss-Belhotel Papua di Kota Jayapura, Rabu (11/9/2024).
Kresna menyebut, di Papua, terdapat sekitar 96.195 investor, dimana 24 persen atau 23.585 investor berasal dari Kota Jayapura.
BEI, kata Kresna, melalui seluruh jaringan kantor perwakilan yang ada di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua, akan terus berupaya memberikan edukasi, pendampingan, dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi kepada para pengusaha maupun investor.
“Masih banyak pekerjaan rumah kita bersama untuk meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan di Papua untuk menyukseskan kondisi perekonomian yang stabil,” kata Kresna.
Kresna juga menyampaikan, jika masyarakat membutuhkan bimbingan lebih lanjut, Kantor Perwakilan BEI Papua sangat terbuka untuk berkonsultasi baik secara langsung ataupun melalui pertemuan secara online.
“Pertemuan konsultasi dengan BEI tidak akan menimbulkan komitmen ataupun biaya apapun di kemudian hari, dan dapat juga diakses melalui laman resmi go public, yaitu www.gopublic.id.co.id,” ucapnya.
Editor : Syahriah Amir





















































