JAYAPURA, Redaksipotret.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator terus mendukung perkembangan sektor pasar modal serta menjaga kepercayaan investor dan masyarakat melalui penguatan regulasi dan pengawasan di sektor pasar modal.
Hal itu disampaikan Kepala OJK Papua, Muhammad Ikhsan Hutahaean dalam seminar bertajuk “Go Big with Go Public” yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, di Swiss-Belhotel Papua di Kota Jayapura, Rabu (11/9/2024).
Namun, Ikhsan juga mengungkapkan beberapa tantangan dihadapi Pasar Modal Indonesia atau Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk di Papua.
“Salah satunya tingkat literasi keuangan di masyarakat yang masih rendah. Diketahui bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, tingkat literasi atau pemahaman masyarakat sebesar 65,43 persen, inklusi keuangan 75,02 persen,” jelasnya.
Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan, kata Ikhsan, menunjukan bahwa masyarakat belum memahami dengan baik berbagai produk jasa keuangan yang ada saat ini.
“Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus dilakukan untuk memastikan Pasar Modal Indonesia tetap tangguh, stabil dan berkelanjutan,” ucapnya.
Ikhsan mengatakan, OJK bersama Self-Regulatory Organization atau SRO dan pelaku industri pasar modal lainnya terus berupaya mensosialisasikan kepada calon emiten agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan.
“Perusahaan yang melakukan penawaran saham melalui initial public offering (IPO) atau go public, memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari perusahaan tertutup menjadi terbuka, yang memiliki pengelolaan lebih baik, profesional dan transparan,” jelasnya.
“Perolehan pendanaan dapat digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam membiayai pertumbuhan perusahaan. Keunggulan lain yang dimiliki perusahaan yang melakukan IPO yaitu image perusahaan meningkat melalui peliputan media dan penyedia data sehingga eksposur perusahaan dan produk yang dimiliki juga meningkat,” sambung Ikhsan.
Menurutnya, IPO dapat menciptakan peluang bisnis baru yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.
Editor : Syahriah Amir





















































